ANALISIS DAMPAK KEBERADAAN MINIMARKET INDOMARET DAN ALFAMART TERHADAP UKM DALAM KAITANNYA DENGAN PERATURAN PRESIDEN NOMOR 112 TAHUN 2007 TENTANG PENATAAN DAN PEMBINAAN PASAR TRADISIONAL, PUSAT PERBELANJAAN DAN TOKO MODERN (Studi Di Kota Pontianak)

Jurnal Mahasiswa s2 Hukum Untan SARASWATI, S.H NPM. A2021151002

Abstract


ABSTRAK Tesis ini membahas analisis dampak keberadaan minimarket Indomaret Dan Alfamart Terhadap UKM Dalam Kaitannya Dengan Peraturan Presiden Nomor 112 Tahun 2007 Tentang Penataan Dan Pembinaan Pasar Tradisional, Pusat Perbelanjaan Dan Toko Modern (Studi Di Kota Pontianak). Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan Normatif - Sosiologis. Dari hasil penelitian tesis ini diperoleh kesimpulan bahwa Peraturan perundangan yang mengatur zonasi pasar tradisional dan pasar modern di Kota Pontianak, kesemuannya belum mendasarkan pada Perpres No. 112 Tahun 2007 tentang Penataan Dan Pembinaan Pasar Tradisional, Pusat Perbelanjaan Dan Pasar modern dan Peraturan Menteri Perdagangan No. 53/M-DAG/ PER/12/2008 tentang Pedoman Penataan dan Pembinaan Pasar Tradisional, Pusat Perbelanjaan dan Pasar modern. Hal ini mengakibatkan implementasi kebijakan berkaitan dengan perizinan pendirian pasar modern tidak komprehensif, karena berkaitan dengan kemitraan sebagaimana diamanatkan dalam Perpres dan Permendagri tidak diatur lebih lanjut. Padahal, pengaturan mengenai kemitraan ini dimaksudkan mempertahankan eksistensi pasar tradisional dan untuk mengeliminir kesenjangan antara pertokoan modern dengan pedagang tradisional. Selain itu, implementasi kebijakan berkaitan dengan penentuan jarak antara pasar tradisional dengan pasar modern dan penyediaan lahan parkir bagi pasar tradisional pun tidak ada, karena pendirian pasar modern seperti di kecamatan Pontianak Tengara, Pontianak Selatan, Pontianak Kota, Pontianak Barat, Pontianak Timur dan Pontianak Utara berhadap - hadapan dengan pasar tradisional, serta sebagian besar pasar tradisional tidak mempunyai lahan parkir. Ada beberapa faktor yang cenderung mempengaruhi implementasi kebijakan zonasi pasar tradisional dan pasar modern di Kota Pontianak. Pertama, faktor hukum, terdapat ketidaksinkronan daLam pengaturan mengenai zonasi pasar tradisional dan pasar modern; kedua, faktor penegak hukum, beLum memahami betuL Perpres No. 112 Tahun 2007 dan Permendagri No. 53/M-DAG/PER/12/2008; ketiga, faktor sarana dan fasilitas, sarana dan fasilitas pasar tradisional relatif belum memadai, bahkan lahan parkir yang diwajibkan oleh Perpres dan Permendagri bagi pasar tradisional belum tersedia, kecuali Pasar Segamas; keempat; faktor masyarakat, Masyarakat, baik sebagai konsumen maupun pelaku usaha/pedagang belum memahami benar mengenai masalah zonasi pasar tradisional dan pasar modern; dan kelima, faktor budaya, lahirnya globalisasi, pada akhirnya membawa perubahan budaya masyarakat, dari budaya tradisional ke arah budaya modern dengan gaya hidup instan.
Kata Kunci: Analisis, Keberadaan, Minimarket, Indomaret Alfamart.

ABSTRACT This thesis discusses the impact analysis where Indomaret And Alfamart minimarket Against Small and Medium Enterprises In Relation With Presidential Decree No. 112 of 2007 About Planning And Development of Traditional Markets, Shopping Centers and Modern Stores (Study In Pontianak City). The approach used in this study is a normative approach - Sociological. From the results of this thesis can be concluded that the legislation governing the zoning traditional markets and modern markets in Pontianak, kesemuannya not menda¬sarkan on Presidential Decree No. 112 of 2007 on the Planning and Development Tradisio¬nal Markets, Shopping Centers and Modern Markets and Regulation of the Minister of Trade No. 53 / M-DAG / PER / 12/2008 on Guidelines for Planning and Development of Traditional Markets, Central Market Perbelanja¬an and modern. This resulted in the implementation of policies related to the establishment of a modern market per¬izinan not comprehensive, as it pertains to the partnership, as mandated in regulation and Regulation not regulated. In fact, the provision of this partnership is intended to maintain the existence of traditional markets and to eliminate the gap between modern shops with traditional merchants. In addition, policy implementation berkait¬an with spacing between the traditional with the modern market and parking provision for the traditional market did not exist, since the establishment of modern markets such as in the district of Pontianak Landmarks, South Pontianak, Pontianak City West, and East Pontianak North Pontianak vis - vis the traditional markets, as well as most of the traditional markets do not have a parking lot. There are several factors that are likely to affect the implementation of the zoning policy of the traditional markets and modern markets in Pontianak. irst, the law, there are regulations concerning zo¬nasi ke¬tidaksinkronan in traditional markets and modern markets; second, the law enforcement apparatus, not yet fully understand Presidential Decree No. 112 of 2007 and Regulation No. 53 / M-DAG / PER / 12/2008; Third, factor means and facilities, facilities for traditional markets are relatively inadequate, even parking spaces required by regulation and Regulation for traditional markets are not yet available, except Segamas Market; fourth; community factors, Society, both as konsu¬men and businessmen / traders had not understood correctly about the zoning issues traditional markets and modern markets; and fifth, cultural factors, the birth of globalization, in the end bring cultural changes of society, from the traditional culture toward modern culture with instant lifestyle.
Keywords: Analysis, Presence, Minimarket, Indomaret Alfamart.


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Diterbitkan Oleh: Program Magister Hukum Universitas Tanjungpura

ISSN: 0216-2091