SISTEM RESI GUDANG DALAM HUBUNGANNYA DENGAN UPAYA MENCEGAH ANJLOKNYA HARGA KOMODITI HASIL BUMI DALAM LALU LINTAS PERDAGANGAN (Studi Terhadap Produk Karet Di Kabupaten Kapuas Hulu)

Jurnal Mahasiswa S2 Hukum UNTAN YA' MUHAMMAD ILYAS, SH A.21211030

Abstract


ABSTRACT
This thesis warehouse receipt system in conjunction with an effort to prevent the drop in commodity prices on agricultural products in trade traffic (study of rubber products in Kapuas Hulu). The method used in this research is a sociological juridical approach. From the results of this thesis can be concluded that the implementation of Law No. 9 In 2011 in relation to the drop in commodity prices of rubber in Kapuas Hulu associated with commodity warehouse receipt system for rubber, especially in the research area is not ready both in terms of business, institutional and facilities and infrastructure that digunakan.Upaya measures what it is supposed to do for maintaining price stability commodity rubber in Kapuas Hulu, there are four efforts so that the implementation of warehouse receipt system komodti rubber can be realized, namely the commitment of the head of local government, the integration of institutions in one place, education and socialization, increase production and quality as well as the presence taker / buyer / market auction. Recommendation: The technical approach SRG implementation involving agencies not only trade but also services department of agriculture or plantation. In addition, the need to bring the socialization of farmers who have benefited from the use of SRG. Counseling and assistance for farmers to improve the quality and the quality of production in order to meet the quality standards required for entry into the warehouse receipt system. It also needs to be synergized with the program improved productivity and quality of agricultural products from institutions terkait.Penguatan institutions at the farm level, either in the form farmer groups and cooperatives to achieve economies of scale. To coordinated development of the means of testing the quality of goods at production centers that do not have Reviews These facilities. There needs to be a synergy between SRG implementing agencies such as warehouse manager, financial institutions, quality assurance agencies, local Governments and the central government in implementing SRG. It needs a party acting as an off taker for commodities pledged to provide certainty for financial institutions and eg warehouse manager for commodity grain and rice, off taker when it is bulog.Pengembangan warehouse receipt system in the area Carried out simultaneously with the development of the market so that when the auction there are no persons acting as an off taker, still there is no assurance that the collateral can be sold at a decent price.
Keywords: System, Warehouse Receipt, Commodity Prices, The Earth, In, Traffic, Commerce.
ABSTRAK
Tesis ini sistem resi gudang dalam hubungannya dengan upaya mencegah anjloknya harga komoditi hasil bumi dalam lalu lintas perdagangan (studi terhadap produk karet di Kabupaten Kapuas Hulu). Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan yuridis sosiologis. Dari hasil penelitian tesis ini diperoleh kesimpulan Bahwa implementasi Undang-Undang No. 9 Tahun 2011 dalam hubungan dengan anjloknya harga komoditi karet di Kabupaten Kapuas Hulu terkait dengan sistem resi gudang untuk komoditi karet terutama pada daerah penelitian belum siap baik dari sisi pelaku usaha, kelembagaan maupun sarana dan prasaran yang digunakan.Upaya-upaya apa yang seharusnya dilakukan untuk menjaga kestabilan harga komiditi karet di Kabupaten Kapuas Hulu terdapat empat upaya agar implementasi sistem resi gudang komodti karet dapat terwujud, yaitu adanya komitmen kepala pemerintah daerah, terintegrasinya kelembagaan dalam satu tempat, edukasi dan sosialisasi, peningkatan produksi dan mutu serta terdapatnya offtaker/buyer/pasar lelang. Rekomendasi : Sosialisasi teknis pelaksanaan SRG yang melibatkan instansi terkait bukan hanya dinas perdagangan tetapi juga dinas pertanian atau perkebunan. Selain itu, sosialisasi perlu menghadirkan petani yang telah mendapat manfaat dari penggunaan SRG. Penyuluhan dan pendampingan bagi petani untuk meningkatkan kualitas dan mutu hasil produksi agar memenuhi standar mutu yang dipersyaratkan untuk masuk dalam sistem resi gudang. Hal ini juga perlu disinergikan dengan program peningkatan produktivitas dan kualitas hasil pertanian dari lembaga terkait.Penguatan lembaga di tingkat petani, baik dalam bentuk kelompok tani maupun koperasi untuk mencapai skala ekonomis. Perlu dikoordinasikan pembangunan sarana penguji mutu barang di daerah sentra produksi yang belum memiliki sarana tersebut. Perlu adanya sinergitas antar lembaga pelaksana SRG seperti pengelola gudang, lembaga pembiayaan, lembaga penjamin mutu, pemerintah daerah dan pemerintah pusat dalam mengimplementasikan SRG. Perlu adanya pihak yang bertindak sebagai off taker bagi komoditas yang diagunkan untuk memberikan kepastian bagi lembaga pembiayaan dan pengelola gudang misalnya untuk komoditas gabah dan beras, off taker-nya adalah bulog.Pengembangan sistem resi gudang di daerah dilakukan secara simultan dengan pengembangan pasar lelang sehingga apabila tidak terdapat pihak yang bertindak sebagai off taker, masih terdapat kepastian bahwa agunan dapat dijual dengan harga yang layak.
Kata Kunci: Sistem, Resi Gudang, Harga Komoditi, Hasil Bumi, Dalam, Lalu Lintas, Perdagangan.

Full Text:

 Subscribers Only

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Diterbitkan Oleh: Program Magister Hukum Universitas Tanjungpura

ISSN: 0216-2091