REVITALISASI PASAR TRADISIONAL DIKAITKAN DENGAN PEMBERDAYAAN PEDAGANG PASCA RENOVASI PASAR (Studi pada Pasar Mawar Kota Pontianak).

Jurnal Mahasiswa S2 Hukum UNTAN IVAN HARWIN UTAMA, SH. A.21212019

Abstract


Abstract
This thesis discusses the problems associated with traditional market revitalization
empowerment of post-renovation market traders (Studies in Market Rose Pontianak
City) .From the results of research using normative juridical legal research methods can
be concluded, that: Pontianak City Government has shown its support for the
revitalization of traditional markets through market traditional. Revitalization is done
not only on the physical building, but also the management of traditional markets in
ways that more modern.Pasar Rose is one example of the traditional markets that have
been revitalized by both the Government of Pontianak. Roses are not only revitalized
the market physically, but also managed by the new governance and modern. Proved by
the existence of some form of public services penunjuang facilities and mentoring
programs. However, for the case of Roses Market, to consider complaints after the
relocation market traders on the lonely visitors and decreasing turnover.In practice, the
Government of Pontianak is located in a position that is a dilemma because on the one
hand, Pontianak City Government wants to revitalize traditional markets that there is a
potential source of revenue. However, on the other hand, the City does not have
sufficient funds and a clear concept for the revitalization of the market, so it tends to be
compromised by the developer as capital owners, who are many irregularities in the
implementation of the management of market regulation, for example, the failure of the
revitalization of traditional markets, land use incompatibility and even conflict between
the old merchant with developer. Model revitalization of traditional markets should not
only focus on increasing revenue, but in favor of the interests of the wider community.
Therefore, in the design of market management model needs to involve a wide range of
relevant stakeholders, such as the Market Management Department, Public Works
Department, City Planning Office, the Department of Transportation, traditional
merchant associations, developers, and so that the interests of each party can be
accommodated with the fair.
Keywords: Revitalization of Traditional Market Traders Associated With
Empowerment
2
Abstrak
Tesis ini membahas masalah revitalisasi pasar tradisional dikaitkan dengan
pemberdayaan pedagang pasca renovasi pasar (Studi pada Pasar Mawar Kota
Pontianak).Dari hasil penelitian menggunakan metode penelitian hukum yuridis
normative diperoleh kesimpulan, bahwa : Pemerintah Kota Pontianak telah
membuktikan dukungannya kepada pasar tradisional melalui kebijakan revitalisasi pasar
tradisional. Revitalisasi yang dilakukan tidak hanya pada fisik bangunan, tapi juga
pengelolaan pasar tradisional dengan cara-cara yang lebih modern.Pasar Mawar
merupakan salah satu contoh pasar tradisional yang telah direvitalisasi dengan baik oleh
Pemerintah Kota Pontianak. Pasar Mawar tidak hanya direvitalisasi secara fisik, tapi juga
dikelola dengan tata kelola yang baru dan modern. Terbukti dengan adanya beberapa
fasilitas penunjuang berupa layanan umum dan program pendampingan. Namun khusus
untuk kasus Pasar Mawar, perlu diperhatikan keluhan para pedagang pasca relokasi pasar
mengenai sepinya pengunjung dan menurunnya omset. Dalam pelaksanaannya,
Pemerintah Kota Pontianak berada dalam posisi yang dilematis karena di satu sisi,
Pemerintah Kota Pontianak ingin merevitalisasi pasar-pasar tradisional yang ada
sebagai sumber PAD yang sangat potensial. Namun, di sisi lain, Pemerintah Kota
tidak mempunyai dana yang memadai dan konsep yang jelas untuk revitalisasi pasar,
sehingga cenderung bersikap kompromistis dengan pengembang sebagai pemilik
modal, sekalipun banyak terjadi penyimpangan dalam pelaksanaan Perda Pengelolaan
Pasar, misalnya kegagalan revitalisasi pasar tradisional, ketidaksesuaian penggunaan
lahan, bahkan konflik antara pedagang lama dengan pengembang.Model revitalisasi
pasar tradisional seyogianya tidak hanya berorientasi pada peningkatan PAD, tetapi
berpihak pada kepentingan masyarakat yang lebih luas. Karena itu, dalam menggagas
model pengelolaan pasar perlu melibatkan berbagai stakeholders yang terkait, seperti
Dinas Pengelolaan Pasar, Dinas PU, Dinas Tata Kota, Dinas Perhubungan, asosiasi
pedagang tradisional, perusahaan pengembang, dan sebagainya agar kepentingan dari
setiap pihak dapat terakomodasi dengan adil.
Kata Kunci: Revitalisasi Pasar Tradisional Dikaitkan Dengan Pemberdayaan
Pedagang

Full Text:

 Subscribers Only

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Diterbitkan Oleh: Program Magister Hukum Universitas Tanjungpura

ISSN: 0216-2091