PENANGGULANGAN PEREDARAN GULA ILLEGAL DI LUAR KAWASAN PERBATASAN KALIMANTAN BARAT DENGAN SARAWAK OLEH KEPOLISIAN DAERAH KALIMANTAN BARAT

Jurnal Mahasiswa S2 HENI AGUS SUNANDAR

Abstract


Abstarct
Impeller Factor The Hoisterous Of Border Trade Illegal In West Kalimantan Border Frontier Area with Sarawak, correlation with condition of geografi, demography, economics social, culture social, and infrastructure frontier area of West Kalimantan which still be lag in comparing with condition of in frontier area Sarawak East Malaysia. Besides also correlation with abuse factor of agreement facility of border trade sosek malindo 600 RM/Person/month by frontier area resident that collaboration with business perpetrator to buy, accomodates, circularizes, and markets sugar to exceed requirement it self for commerce outside frontier area. Constraint legal and technical faced by West Kalimantan Indonesia Police in overcoming circulation case of sugar illegal from Sarawak East Malaysia, correlation with creation factor of crime system of judicature has not is inwrought in process of investigation of sugar illegal and has not adequate of management profesionality of investigation Special Directorate West Kalimantan Police Investigator; (3) Effort to West Kalimantan Police Investigator in handles tendency the increasing of border trade illegal in frontier area of West Kalimantan with Sarawak is by doing Revitalisation of Police Investigator Ebility, Profession Glorifying, Implementation of Commitment of Profession, and improvement of performance Special Directorate West Kalimantan Police Investigator.
Keyword: Illegal Sugar Circulation
Abstrak
Faktor Pendorong Maraknya Perdagangan Lintas Batas Illegal Di Kawasan Perbatasan Kalimantan Barat dengan Sarawak, berkorelasi dengan kondisi geografi, demografi, sosial ekonomi, sosial budaya, dan infra struktur kawasan perbatasan Kalimantan Barat yang masih tertinggal di banding dengan kondisi di kawasan perbatasan Sarawak Malaysia Timur. Selain itu juga berkorelasi dengan faktor penyalahgunaan fasilitas perjanjian perdagangan lintas batas sosek malindo 600 RM/Orang/Bulan oleh penduduk kawasan perbatasan yang berkolaborasi dengan pelaku usaha untuk membeli, menampung, mengedarkan, dan memasarkan gula melebihi kebutuhan sendiri untuk diperdagangankan di luar kawasan perbatasan. Kendala yuridis dan teknis yang dihadapi Polda Kalimantan Barat dalam menanggulangi kasus peredaran gula illegal dari Sarawak Malaysia Timur, berkorelasi dengan faktor belum terciptanya sistem peradilan pidana terpadu dalam proses penyidikan gula illegal dan belum memadainya profesionalitas manajemen penyidikan Dit Reskrimsus Polda Kalimantan Barat. Upaya Polda Kalimantan Barat dalam menangulangi kecenderungan meningkatnya perdagangan lintas batas illegal di kawasan perbatasan Kalimantan Barat dengan Sarawak adalah dengan melakukan Revitalisasi Kemampuan Penyidik, Pemuliaan Profesi, Implementasi Komitmen Profesi, dan Peningkatan Kinerja Penyidik Dit Reskrimsus Polda Kalimantan Barat. Selanjutnya direkomendasikan : Mengingat perdagangan bebas antara ASEAN dan China sudah berlaku sejak tahun 2010, maka ke depan diprediksikan akan semakin berkembang aktivitas perdagangan lintas batas antara Indonesia dengan Malaysia di Kawasan Perbatasan Kalimantan Barat dengan Sarawak. Karena itu diperlukan peningkatan pelaksanaan sistem peradilan pidana terpadu antara pihak Kepolisian, Kejaksaan, Pengadilan, Pengacara, dan Lembaga Pemasyarakatan, dan reformasi hukum terhadap KUHAP, UU No. 2 Tahun 2002 Tentang Kepolisian RI, UU No. 16 Tahun Tentang Kejaksaan RI, dan peraturan perundang-undagan terkait lainnya untuk mewujudkan sistem penegakan hukum tindak pidana yang profesioonal dan bebas KKN dalam Negara Hukum Indonesia.
Kata Kuci : Peredaran Gula Illegal

Full Text:

 Subscribers Only

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Diterbitkan Oleh: Program Magister Hukum Universitas Tanjungpura

ISSN: 0216-2091