MODEL PENELITIAN HUBUNGAN POLA PERMUKIMAN DAN KONFLIK ANTAR ETNIK

Emilya Kalsum

Abstract


Bangsa Indonesia seringkali mengalami konflik antar etnik, yang dapat terjadi karena kemajemukan suku dan kebudayaan yang dimiliki. Banyak penelitian yang menyebutkan bahwa akar permasalahan konflik adalah perbedaan sistem nilai-nilai budaya dan kemudian konflik dapat menyebabkan segregasi yang berimbas pada pola permukiman. Padahal bukan tidak mungkin konflik tersebut terjadi karena suatu pola permukiman yang menegaskan perbedaan nilai-nilai di antara pemukimnya sehingga proses integrasi tidak dapat terjadi. Kajian ini menyusun model yang dapat digunakan untuk menelaah pengaruh pola permukiman terhadap konflik sehingga mampu dilakukan penelitian yang komprehensif. Kajian dimulai dengan mengupas pengertian pola permukiman dengan tiga unsur (wadah, isi, jaringan) dan melihat konsep hubungan sosial. Wujud proses interaksi sosial dapat membuahkan dua alternatif yang bersifat positif atau negatif. Hal bersifat negatif akan memunculkan suasana hubungan sosial yang tidak harmonis dan kemudian memunculkan konflik. Hubungan sosial antar etnik juga selalu diwarnai prasangka yang dilandasi sikap stereotip dan etnosentris juga karena adanya perbedaan kepentingan. Unsur-unsur dalam pola permukiman dikaitkan dengan hubungan sosial di antara penghuninya. Pendekatan yang dilakukan adalah pendekatan perilaku melalui konsep seting perilaku (behavior setting). Hasil kajian adalah sebuah model penelitian yang mengkaitkan antara pola permukiman sebagai wadah (space) kegiatan dan kondisi sosial yang tidak terlepas dari sikap stereotip dan etnosentris serta perbedaan kepentingan

 

Indonesia, with its multi-cultural and ethnic diversity, has suffered many ethnic conflicts. Research has shown that the conflicts roots from the different system of cultural values. The conflicts can lead to segregation which impact on settlement patterns. However, it is possible that conflict occurs due to settlement pattern that asserts the difference in values between the settlers so that the integration process cannot occur. This study is to create a research model that can be used to investigate the effect of the settlement pattern to the conflict. It began with the definition of settlement pattern which includes three elements (place, content, network) and seek the concept of social relationship. Social interaction process can produce two alternatives that are positive or negative. Negative alternative will bring inharmonic atmosphere which let to conflict. Inter-ethnic social relations also always accompanied by prejudices based on stereotype and ethnocentric attitudes; also due to different interests. Elements in settlement pattern was studied with its connection with social relations among its inhabitants. The approach taken was behavioral approach by the concept of behavior setting. The study resulted in a research model which combine settlement pattern as space for activity with social condition which is closely related to stereotype and ethnocentric attitudes as well as different interests


REFERENCES

Ahmadi, A. 1991. Masalah Carok Di Madura, Samsuri Ed., Madura II, Proyek Penelitian Madura, Depar-temen Pendidikan dan Kebudayaan RI. Malang: IKIP.

Alqadrie, Syarif lbrahim. 1999. "Konflik Etnik di Ambon dan Sambas: Suatu Tinjauan Sosiologis”. Antropologi Indonesia. Th. XXIII, No. 58.

Basset, Keith dan Short, John. 1978. Housing Residential Structure Alternatives Approaches' Ronhedge & Kegan Paul. London: Boston & Henley.

Baum, Howeell S. 1998. “Ethical Behavior is Extraordinary. Behavior; It’s The Same As All Other Behavior. A Case Study In Community Planning”. APA Journal Autumn.

Bernard, Jessie. 1973. Concencus, Conflict And Criminology. Unpub. PhD, School of Criminal Justice, State University Of N.Y at Albany.

Broom, L., Selznick P. 1957. Sociology, Row. New York: Petterson & Co.

Broom, L., Selznick P. dan Daroch, D.S. 1981. Sociology. New York: Harper International Edition.

Cohen, Bruce J. 1992. Sosiologi Suatu Pengantar. Rineka Cipta.

Doxiadis. 1974. “Action For A Better Scientific Approach To The Subject Of Human Settlements" The Journal of Ekistics. Volume 38. No. 229. Desember 1974.

Drever, James. 1986. Kamus Psikologi. Jakarta: Bina Aksara.

Ellen, Ingrid Gould. 2000. "Race-Based Neighborhood Projection: A Pro-posed Framework for Understanding New Data On Racial Integration”., Urban Studies. Vol. 37, No. 9. p. 1513 – 1533.

Friedrichs, Jurgen. 1998. "Ethic Segregation In Cologne, Germany, 1984-94". Urban Studies. Vol. 35 No. 10. p.1745 – 1763.

Hardjosudarmo, Soedigdo. 1965. Kebijak-sanaan Transmigrasi Dalam Rangka Pembangunan Masyarakat Desa Indonesia. Jakarta: Yayasan Obor.

Haryadi & B. Setiawan. 1995. Arsitektur Lingkungan dan Perilaku, Suatu Pengantar Ke Teori, Metodologi dan Aplikasi. Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Heeren, H.H. 1979. Transmigrasi di Indonesia. Jakarta: Gramedia.

Indonesia, Depnakertrans, Badan Penelitian dan Pengembangan. 1978. Laporan Penelitian Bentuk-bentuk Interaksi Sosial Antar Kelompok Etnik di Daerah Transmigrasi 1977/1978. Jakarta.

Kartono, Kartini dan Gulo, Dali. 1987. Kamus Psikologi. Bandung: Pionir Jaya.

Kempen, R. Van dan Ozuekren, Sule. 1998. "Ethnic Segregation In Cities: New Forms And Explanation In A Dynamic World". Urban Studies. University of Glasgow. Vol. 35. No. 10.

Koetjaraningrat. 1974. Manusia dan Kebudayaan di Indonesia. Jakarta: Jambatan.

Minnery, J.R. 1986. "Urban Planners And Role Conflicts". Journal Of Urban Policy And Research.

Murdie, Robert A. & Borgegard, Lars-Erik. 1998. “Immigration Spatial Segrega-tion and Housing Segmentation Of Immigrants In Metropolitan Stockholm, 1960-95". Urban Studies, Vol. 35, No. 10, p. 1869 – 1888.

Owusu, Thomas Y. 1999. “Residential Patterns and Housing Choices of Ghanaian Immigrants in Toronto, Canada”. Housing Studies. Vol. 14, No. 1. 1999.

Pattiselanno, J.Th.F. 1999. “Tradisi Uli, Pela dan Gandong pada Masyarakat Seram, Ambon dan Uliase”. Jurnal Penelitian Antropologi.

Pelly, Usman. 1999. “Akar Kerusuhan Etnis di Indonesia: Suatu Kajian Awal Konflik dan Disintegrasi Nasional di Era Reformasi” dalam seminar Memasuki Abad Ke-21: Antropologi Indonesia Menghadapi Krisis Budaya Bangsa. Kampus Universitas Indonesia. 6-8 Mei 1999.

Polak, Mayor .1979. Sosiologi, Suatu Buku Pengantar Ringkas. Jakarta: Ikhtiar Baru.

Pondy, Louis R. 1967. “Organizational Conflict: Concepts and Models”. Administrative Science Quarterly. Vol. 12, No. 2. September 1967.

Porteous, Douglas J. 1977. Environment And Behaviour. Massachusset: Addison Wishley Publishing Co.

Putra, Hedhi Sri Ahimsa. 1978. The Transmigration Village of Sidomulyo Yogyakarta. Yogyakarta: Lembaga Pendidikan Kependudukan UGM.

Rahardjo, Chodijah B. 1984. Transmigrasi dari Daerah Asal Sampai Benturan Budaya di Tempat Pemukiman. Jakarta: Rajawali.

Rapoport, Amos. 1969. House, Form And Culture. London: Prentice-Hall, Inc.

Scott, Suzie & Parkey, Hillary. 1998., "Myths And Reality: Anti-Social Behavior In Scotland". Housing Studies. Vol. 13, No. 1, 1998.

Sill, David L. 1968. International Encyclopedia of The Social Sciences. The MacMillan Company & The Free Press.

Soekanto, Soerjono. 2001. Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta: PT Rajagrafindo Persada.

Soelaeman, M. Munandar. 1986. Ilmu Sosial Dasar, Teori dan Konsep Ilmu Sosial. Jakarta : LP FE-UI.,

Soelaeman, M. Munandar. 1993. Ilmu Sosial Dasar. Bandung: Eresco, Bandung.

Sudagung, Hendro Suroyo 2001. Mengurai Pertikaian Etnis, Migrasi Swakarsa Etnis Madura Ke Kalimantan Barat. Institut Studi Arus Informasi.

Sulistyo, Hermawan. 1982. Aspek-Aspek Sosial Transmigrasi. Economica. Vol. 10, No.2.

Suparlan, Parsudi. 1972. The Javanese In Bandung: Ethnicity In A Medium Sized Indonesian City. M.A., Thesis, University Of Illinois.

Suparlan, Parsudi, 1999. Kemajemukan, Hipotesis Kebudayaan Dominan Dan Kesukubangsaan, dalam seminar 'Memasuki Abad ke-21 : Antropologi Indonesia Menghadapi Krisis Budaya Bangsa', di Kampus Universitas Indonesia. 6-8 Mei 1999.

Susanto, Astrid S. 1979. Pengantar Sosiologi dan Perubahan Sosial. Bandung: Bina Cipta.

Watkins, J.W.N. 1974. The Unity of Popper’s Thought, dalam P.A. Schilpp (Ed.), The Philosopy of Karl Popper. The Library of Living Philosophers, vol. XIX. Illinois: Open Court.

Yusuf, Yusman. 1989. Dinamika Kelompo. Bandung: CV. Armico.


Full Text:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.26418/lantang.v2i1.13842

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


View My Stats

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.