NILAI RAPOR SEKOLAH MENENGAH DAN HUBUNGANNYA DENGAN INDEKS PRESTASI KOMULATIF MAHASISWA

Lukmanulhakim Lukmanulhakim

Abstract


Pandangan psikologi kognitif menyatakan bahwa, pengetahuan prasyarat sangat menentukan keberhasilan studi seseorang. Nilai raport sekolah menengah dapat menjadi pengetahuan prasyarat mahasiswa.  Asumsi teoritik tersebut di atas perlu dibuktikan kebenarannya. Untuk itu peneliti memiliki masalah yang berkaitan dengan konsistensi hasil belajaran dibuktikan dari nilai raport sekolah menengah dan hubungannya dengan Indeks Prestasi Komulatif. Rumusan masalah penelitian ini adalah: 1) Bagaimana nilai raport sekolah menengah pada mahasiswa Prodi PG PG PAUD FKIP Untan?; 2)Bagaimana Indeks Prestasi Komuatif (IPK) mahasiswa Prodi PG PG PAUD FKIP Untan?; 3)Apakah terhadap hubungan antara nilai raport sekolah menengah dengan Indeks Prestasi Komuatif (IPK) mahasiswa Prodi PG PG PAUD FKIP Untan?. Pendekatan penelitian ini menggunakan metode kuatitatif dengan bentuk studi korelasional.Populasi penelitian ini adalah seluruh mahasiswa Prodi PAUD FKIP Untan dengan sampel 94 orang mahasiswa. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik dokumenter dan angket. Data di analisis menggunakan analisis korelasional dengan pendekatan regresi menggunakan program aplikasi SPSS for Windows. Berdasarkan hasil penelitian di atas menunjukkan bahwa rata-rata nilai raport memiliki N sebanyak 94 dengan nilai rata-rata sebesar 79,675, standar deviasi 6,817, variansi 46,469, nilai minimum 55,60, nilai maksimum 95,81, dan nilai yang paling seringmuncul (modus) 79. Sedangkan untuk IPK memiliki N sebanyak 94 dengan nilai rata-rata 4,409, standar deviasi 0,234, variansi 0,055, nilai minimum 2,71, nilai maksimum 3,90, nilai yang paling sering muncul (modus) 3,20.Disamping itu, hasil penelitian tersebut menunjukkan nilai Sig adalah 0,231.Karena nilai Sig lebih besar dari  (0,231 > 0,05), maka dapat disimpulkan bahwa  diterima, yang artinya bahwa tidak ada hubungan antara rata-rata raport dengan IPK. Hal ini dapat diartikan bahwa rata-rata nilai raport seseorang tidak mempunyai korelasi dengan IPK yang diperolehnya.Dan hasil penelitian juga menunjukkan nilai bahwa jalur masuk perguruan tinggi seseorang tidak mempunyai korelasi dengan IPK yang diperolehnya. Berdasarkan hasil penelitian yang menyatakan bahwa tidak terdapat hubungan nilai raport dengan Indeks Prestasi Komulatif (IPK), maka penulis mencoba memberikan pembahasan sebagai berikut.


Keywords


Nilai Raport Sekolah Menengah, Indeks Prestasi Komulatif (IPK).

Full Text:

PDF

References


Laporan Akhir Pelaksanaan SNMPTN 2012, Panitia Pusat SNMPTN 2012.

Buku Pedoman Akademik Universitas Tanjungpura, Universitas Tanjungpura, 2014/2015.

Pedoman Akreditasi, Badan Akreditasi Nasional Sekolah/Madrasah, 2014

Pedoman Penulisan Karya Ilmiah, Universitas Negeri Malang, 2012

Peraturan Akademik Universitas Tanjungpura Bidang Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Pusat Penjaminan Mutu Universitas Tanjungpura, 2009.

Peraturan Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi RI No.44/Tahun 2015

tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi, Menristekdikti, 2015

ReigeluthCM and Merrill, MD (1979) A Knowledge Base for Improving Our Methods of Instruction, Education Psychology (13) p. 57-70

Undang-Undang RI Nomor. 12/Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi.

Uno, Hamzah B; Umar, Marsi Kudrat dan Panjaitan, Keysar (2014), Variabel Penelitian dalam Pendidikan dan Pembelajaran, Jakarta: Ina Publikatama.

Aswandi, 2015. Pendidikan Bermutu untuk Semua. Makalah: Pontianak


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
Jurnal Visi Ilmu Pendidikan is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

View My Stats