Pembelajaran Model Connected Tari Beskalan sebagai Stimulus Kreasi Siswa Kelas Xi Sma Negeri Rancakalong Sumedang

Winda Istiandini

Abstract


Penelitian ini memfokuskan pada kajian konsep model Connected melalui bahan ajar tari Beskalan dalam pembelajaran seni tari. Lokasi penelitian adalah di SMA Negeri Rancakalong Sumedang. Tujuan penelitian ini adalah untuk menemukan konsep model pembelajaran Connected tari Beskalan melalui proses dan hasil pembelajaran Seni Budaya. Penelitian  tindakan (Action Research) merupakan metode yang digunakan dalam penelitian ini, dimana peneliti berperan sebagai ovserver partisipan yang berperan sebagai pelaku tindakan yang terlibat dalam proses penelitian dari awal dan melaporkan hasil penelitiannya. Penelitian dilakukan dalam dua siklus yang terdiri atas kegiatan apresiasi dan kreasi yang setiap siklusnya melalui empat tahapan yaitu perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara, angket, dan studi dokumentasi.
Hasil penelitian ini adalah temuan tentang konsep Connected dalam pembelajaran seni tari dan musik, yang diawali dengan kegiatan apresiasi mengenai materi pola ritme musik dan tari beskalan, siswa mempraktekkan gerak tari dan mengimitasi pola permainan beberaa instrumen gamelan yang mengiringinya yaitu kethuk, kenong, kempul, gong, dan kendang. Hasil dari kegiatan apresiasi tersebut mereka kembangkan dan dijadikan stimulus dalam kegiatan kreasi membuat kreasi gerak tari dan iringan musiknya melalui tahap eksplorasi.

Katakunci: Model Connected, musik, tari beskalan, kreasi


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


http://jurnal.untan.ac.id/public/site/images/jvip/lipi_267http://jurnal.untan.ac.id/public/site/images/jvip/google_scholar_logo_120