ANALISIS INTERFERENSI FREKUENSI RADIO RADAR CUACA BADAN METEOROLOGI KLIMATOLOGI DAN GEOFISIKA ( BMKG ) DI KALIMANTAN BARAT

Tomi Firdaus, Dedy Suryadi, F. Trias Pontia W

Abstract


Komunikasi pemancar (transmitter) dan penerima (receiver) sering mengalami interferensi antara pengguna frekuensi, salah satunya adalah radio radar cuaca BMKG. Radar cuaca disebut juga radar pengawasan cuaca/weather surveillance radar (WSR) dan radar cuaca Doppler, adalah sebuah jenis radar yang digunakan untuk mencari curah hujan, menghitung gerakannya, dan memperkirakan jenisnya (hujan, salju, hujan es dan lain-lain) . Radar adalah singkatan dari Radio Detection and Ranging. Dimana pada Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) sendiri menggunakan Frekuensi pada range 5550-5650 MHz. Sebagaimana diketahui pada spektrum 5470 – 5725 MHz sering di gunakan oleh perangkat Broadband Wireless Access (BWA) 5,8 GHz sebagai sarana perangkat acces point, Sehingga potensi terjadinya interferensi pada radar sistem. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui dampak dari Interferensi frekuensi operasional radar cuaca (BMKG) di Kalimantan Barat, pada frekuensi operasional radar cuaca dengan menerapkan scan perangkat The rohde & schwarz pr100 (DDF007) dan HE 300 untuk mendapatkan data sumber gangguan. Hasil pengujian dari bulan januari hingga maret 2019 beberapa sudut radar terhalang echo objek lain yang berdampak kepada radar cuaca BMKG dalam memberikan informasi. Untuk meminimalisir gangguan melakukan frekuensi retune, power control, optimasi antena, merubah arah dan ketinggian antena serta memilih band frekuensi yang digunakan pada BWA.

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Editorial Office/Publisher Address:
Editor Jteuntan, Fakultas Teknik, Universitas Tanjungpura,
Jl. Prof. Dr. Hadari Nawawi, Pontianak 78124, Indonesia

website:http://jurnal.untan.ac.id/index.php/jteuntan