Evaluasi Setting Relai Arus Lebih dan Relai Gangguan Tanah di Gardu Induk Ngabang

Muhammad Faidhal Anwar Limbong .

Abstract


Sistem distribusi merupakan bagian dari sistem tenaga listrik yang berfungsi menyalurkan listrik ke konsumen. Penyedia jasa ketenagalistrikan diharuskan memberikan pelayanan dan penyediaan tenaga listrik dengan tingkat kualitas, kontinuitas, keandalan dan efisiensi yang baik. Gangguan yang cukup sering terjadi pada sistem distribusi adalah gangguan hubung singkat antar fasa atau gangguan fasa tanah. Besarnya arus gangguan hubung singkat, sistem proteksi dituntut meningkatkan keandalannya. Salah satu upayanya adalah mengoptimalkan kerja peralatan proteksi. Agar dapat bekerja dengan baik, diperlukan koordinasi setting relai yang tepat, sesuai dengan syarat teknis dan standar PLN. Diantara peralatan pada sistem proteksi yang digunakan saluran distribusi adalah relai arus lebih (OCR) dan relai gangguan tanah (GFR), kedua relai proteksi ini sangat penting mengatasi terjadinya gangguan hubung singkat. Pada penelitian ini akan dilakukan evaluasi setting OCR dan GFR penyulang Air Besar dan penyulang Jelimpo di Gardu Induk Ngabang dengan bantuan aplikasi DigSILENT PowerFactory 15.1.7. Penyulang Air Besar memiliki panjang saluran 26,8 kms dan penyulang Jelimpo 24 kms. Berdasarkan hasil analisis, diperoleh setting waktu OCR dan GFR pada penyulang Air Besar  di recloser Serimbu 0,35 detik, kemudian di relai penyulang (outgoing) 0,75 detik sedangkan relai di ­sisi incoming 20 kV 1,15 detik. Sedangkan pada penyulang Jelimpo di recloser Batara 0,25 detik, kemudian di recloser perbatasan 0,55 detik, selanjutnya di relai penyulang (outgoing) 0,85 detik dan relai di sisi incoming 20 kV 1,15 detik. Relai proteksi bekerja dimulai dari recloser, selanjutnya relai outgoing dan relai incoming sebagai back up protection. Nilai waktu koordinasi antar pengaman sudah sesuai dengan standart IEC 60255 dengan grading time 0,3-0,5 detik.

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.