ANALISA PERHITUNGAN SUSUT TEKNIS RAYON MEMPAWAH DIANTARA PENGATURAN ALIRAN DAYA PENYULANG WAJOK 4 DAN PENYULANG SENGGIRING 6

GITA RAHAYU RISTIANI .

Abstract


Rayon Mempawah yang merupakan bagian Unit kerja dari PT PLN (Persero) Area Pontianak yang mempunyai kewajiban memberikan tenaga listrik secara berkesinambungan dengan mutu dan keadaan yang baik terhadap pelanggan, masih mempunyai suatu permasalahan mengenai masalah Susut yang masih tinggi, yaitu berkisar 19% sampai dengan 20% untuk setiap bulannya. Permasalahan mengenai susut di Rayon Mempawah pada tugas akhir ini dibahas dari sisi teknis. Pendistribusian energi listrik untuk pembebanan Rayon Mempawah disuplai dari 7 penyulang, 6 penyulang dari Gardu Induk Senggiring dan 1 Penyulang dari Gardu Induk Parit Baru. Diantara 7 penyulang ini, belum adanya kajian mengenai pola operasi 20 kV terkait rugi aliran daya yang menjadi salah satu bagian terhadap kontribusi Susut di Rayon Mempawah. Untuk itu penulis berinisiatif untuk menghitung rugi daya terhadap 2 kondisi penyulang yang berada di rayon Mempawah dari 2 Gardu Induk berbeda dengan melayani beban yang sama, yakni Wajok 4 dari Gardu Induk Parit Baru dan Senggiring 6 dari Gardu Induk Senggiring, yang kini menjadi masalah yang perlu dianalisa terkait aliran daya terhadap pembebanan penyulang tersebut. Analisa yang akan penulis lakukan yaitu menghitung nilai rugi daya antar 2 penyulang dari Gardu Induk yang berbeda dengan perhitungan matlab menggunakan Metode Newton Raphson. Analisa yang dilakukan yaitu mengitung aliran daya dengan 5 skenario yang hasilnya dapat dilihat berdasarkan nilai rugi aliran daya terhadap 5 kondisi skenario. Hasil dari perhitungan Matlab dengan menggunakan metode Newton Raphson terhadap 5 skenario ini didapatkan hasil bahwa pada skenario 4 lah nilai rugi daya yang besar, yaitu kondisi saat beban di suplai oleh penyulang Wajok 4 sampai LBS Zipur dan penyulang Senggiring 6 sampai batas Bengkayang. Hal ini akan menjadi salah satu masukan untuk sistem pola operasi yang digunakan pada Rayon Mempawah sebagai dalam memperbaiki susut teknis. Dari analisa ini berdasarkan hasil perhitungan matlab yaitu nilai rugi daya yang kecil dibanding 5 skenario, terpadat pada skenario ke 5, yaitu dengan menambah Jaringan Tegangan Menengah pada perbatasan LBS Takong. Tentunya hal ini perlu kajian khusus terkait perencanaan aset penyulang jaringan yang di usulkan. Berdasarkan hasil perhitungan tersebut kita dapat mengetahui optimalisasi pengoprasian penyulang dalam melayani pembebanan di wilayah Rayon Mempawah dengan nilai rugi daya yang kecil.   

 

 

Kata kunci : Aliran Daya, Penyulang, Susut teknis,  Pembebanan, Kontinuitas listrik.

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Editorial Office/Publisher Address:
Editor Jteuntan, Fakultas Teknik, Universitas Tanjungpura,
Jl. Prof. Dr. Hadari Nawawi, Pontianak 78124, Indonesia

website:http://jurnal.untan.ac.id/index.php/jteuntan