Analisis Penjadwalan Ekonomis Pembangkit Listrik di Pusat Listrik Sambas

Ikon Prawika .

Abstract


Pembangkitan dan penyaluran daya listrik dari pusat pembangkit melalui saluran transmisi sampai ke pusat beban harus berlangsung dengan baik, dapat menghindari dan mengatasi segala yang dapat menjadikan sistem tenaga listrik beroperasi pada kondisi abnormal. Permasalahan yang menyangkut penjadwalan terdiri dari dua masalah yang saling berhubungan yaitu economic dispatch digunakan untuk membagi daya yang harus dibangkitkan oleh masing-masing pembangkit dari sejumlah pembangkit yang ada untuk memenuhi kebutuhan beban sistem yang bertujuan untuk mendapatkan total biaya bahan bakar yang minimum. Berdasarkan hasil penjadwalan unit pembangkit Pusat Listrik Sambas pada beban puncak sebesar 4.150 kW, total biaya bahan bakar minimum pada kombinasi unit pembangkit yaitu : SWD 1 - SWD 2 - SWD 3 - MWM 3 - MTU 1 - KHD 1 - MTU 2 - MTU 3 - VOLVO PENTA sebesar Rp.9.282.564,31 per jam. Hasil perhitungan operasi ekonomis dari penjadwalan unit pembangkit Pusat Listrik Sambas dalam waktu 1 hari (24 jam) sebesar Rp.122.830.658,69. Adapun biaya pembangkit dari penjadwalan PT. PLN (Persero) sebesar Rp.128.344.241,20 sehingga dengan demikian ada penghematan sebesar Rp.5.513.582,50.

 

Kata Kunci :  economic dispatch, penjadwalan (schedule) kombinasi unit pembangkit, total biaya bahan bakar minimum


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Editorial Office/Publisher Address:
Editor Jteuntan, Fakultas Teknik, Universitas Tanjungpura,
Jl. Prof. Dr. Hadari Nawawi, Pontianak 78124, Indonesia

website:http://jurnal.untan.ac.id/index.php/jteuntan