STRUKTUR KOMUNITAS GULMA PADA PERKEBUNAN KARET DI DESA SEMPADIAN KECAMATAN TEKARANG KABUPATEN SAMBAS

Jumadi Jumadi, Sarbino sarbino, Astina Astina

Abstract


Di Indonesia karet alam merupakan komoditas strategis terutama ditinjau dari total area dan sumber devisa. Desa Sempadian merupakan salah satu daerah penghasil karet. Gulma yang tumbuh dipertanaman karet merupakan salah satu faktor yang dapat menurunkan kuantitas dan kualitas hasil. Struktur komunitas gulma perlu diketahui sebelum dilaksanakannya pengendalian gulma sebab tidak semua jenis gulma berbahaya bagi tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari dan mengetahui struktur komunitas gulma pada perkebunan karet  di desa Sempadian Kecamatan Tekarang Kabupaten Sambas. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan cara melakukan pengamatan langsung di lapangan. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa terdapat 30 jenis gulma dari 16 family. Pada areal perkebunan karet  TBM ditemukan 19 jenis gulma dari 11 family dan pada areal perkebunan karet TM ditemukan 19 jenis gulma dari 10 family. Spesies gulma yang paling dominan pada jalur tanaman TBM adalah gulma Ischaemum rugosum salisb dengan SDR sebesar 21.27% dan pada gawangan TBM didominasi oleh gulma Rhynchospora corymbosa dengan SDR sebesar 16.27%. Selanjutnya spesies gulma yang paling dominan pada Jalur tanamanTM adalah gulma Paspalum conjugatum dengan nilai SDR 42.44% dan pada gawangan TM didominasi oleh gulma Axonopus compressus SDR sebesar 22.11%.

 

Kata kunci : Gulma, Perkebunan karet, Struktur komunitas


Refbacks

  • There are currently no refbacks.