Karakteristik Fisika Tanah Ultisols Pada Lahan Perkebunan Sawit Rakyat Di Kecamatan Sebawi Kabupaten Sambas

Urai Edi Suryadi Riduansyah Munisah

Abstract


ABSTRAK
Pemanfaatan tanah Ultisols untuk pengembangan sawit merupakan salah satu sasaran perluasan areal pertanian. Luas lahan sawit di Kalimantan Barat mencapai 1.312.517 hektar (64%) dengan total produksi CPO tahun 2014 mencapai 1.174.499 ton. Apabila dilihat berdasarkan luas lahan sawit tersebut belum menghasilkan produksi yang optimal, sehingga lahan Ultisols di Kalimantan Barat relatif sesuai untuk budidaya sawit. Dilihat dari segi kemiringan lereng, tanah Ultisols memiliki lereng yang beragam, mulai dari datar hingga sangat curam. Sehingga bukan hanya karakteristik fisika tanah yang mempengaruhi tanah Ultisols akan tetapi kemiringan lereng juga berpengaruh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan membandingkan karakteristik fisika tanah Ultisols pada 2 kemiringan lereng di lahan perkebunan sawit rakyat di Desa Sepuk Tanjung Kecamatan Sebawi Kabupaten Sambas Provinsi Kalimantan Barat.
Lokasi penelitian memiliki 2 kemiringan lereng yaitu lereng agak miring (lokasi 1) 8% - 15% dan miring 15% - 30% (lokasi 2) dengan masing-masing lima titik pengamatan dengan dua kedalaman yaitu 0-30 cm dan 30-60 cm. Kemiringan lereng agak miring : T1 9%, T2 8,8%, T3 11,2%, T4 12%, dan T5 10,4%. Kemiringan lereng miring : T1 16,2%, T2 21,3%, T3 20,3%, T4 19,4%, dan T5 20,1%. Jenis sampel tanah yang diambil yaitu sampel tanah utuh, terganggu, dan komposit.
Hasil pengamatan di lapangan, warna tanah pada lereng 1 : 10 YR 5/6 Coklat, 10 YR 5/8 Kuning, dan 5 YR 6/8 Kuning Kemerahan dan lereng 2 : 10 YR 5/8 (Kuning) dan 10 YR 6/8 (Agak Merah). Struktur tanah lereng 1 termasuk granular dan lereng 2 gumpal bersudut. Hasil analisis fraksi tekstur tanah lereng 1 kedalaman 0-30 cm, fraksi pasir 8,83%, debu 48,61%, liat 42,56%, kedalaman 30-60 cm pasir 15,68%, debu 45,64%, liat 38,68%. Lereng 2 kedalaman 0-30 cm pasir 9,66%, debu 48,78%, liat 41,56%, kedalaman 30-60 cm pasir 7,79%, debu 49,41%, liat 42,8%. Kedua lereng termasuk dalam tekstur liat berdebu.
Hasil uji-t berpasangan untuk dua kedalaman menunjukkan bobot isi tanah berbeda nyata pada lereng agak miring. Untuk dua kemiringan lereng menunjukkan berat jenis partikel tanah berbeda nyata pada kedalaman 30-60 cm. Untuk dua kemiringan lereng menunjukkan porositas total berbeda nyata pada kedalaman 30-60 cm. Kemiringan lereng tidak berpengaruh nyata terhadap konduktivitas hidrolik tanah. Untuk dua kedalaman menunjukkan kadar air tanah kapasitas lapangan berbeda nyata pada lereng agak miring.
Kata Kunci : Ultisols, kemiringan lereng, karakteristik fisika tanah

Refbacks

  • There are currently no refbacks.