RESPON BEBERAPA VARIETAS PADI LOKAL TERHADAP CEKAMAN SALINITAS PADA FASE PEMBIBITAN

mardiansyah mardiansyah, Tantri Palupi, Maulidi Maulidi

Abstract


Tanaman padi (Oryza sativa L.) merupakan makanan pokok di Indonesia yang kebutuhannya selalu meningkat. Peningkatan produksi padi dapat dilakukan dengan usaha ekstensifikasi pada lahan marginal salah satunya lahan pasang surut perlu dilakukan dikarenakan lahan produktif semakin berkurang. Permasalahan utamanya pada lahan pasang surut adalah pertumbuhan tanaman mengalami gangguan akibat cekaman salinitas. Penggunaan varietas toleran terhadap cekaman salinitas. Varietas padi toleran mampu tumbuh dengan baik dibanding varietas padi peka cekaman salinitas.

Penelitian ini bertujuan untuk melihat respon varietas padi lokal yang toleran terhadap cekaman salinitas pada fase pembibitan. Penelitian dimulai dari bulan September sampai November 2017 bertempat di rumah kaca Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah eksperimen lapangan dengan Rancangan Acak Kelompok faktor tunggal yaitu 10 varietas padi (8 varietas padi lokal dan 2 varietas padi unggul). Perlakuan yang digunakan adalah A=Tamsere, B=Ketumbar, C=Kristan, D=Asmo, E=Ringkak Semut, F=Banjar, G=Brantas, H=Dewi Ratih, I=Cisadane Dan J=Ciherang. Variabel pengamatan terdiri dari skoring toleransi bibit secara visual terhadap kerusakan daun serta pengamatan karakteristik agronomi bibit yaitu tinggi bibit (cm), panjang akar (cm), jumlah anakan (batang), berat kering tajuk (g) dan berat kering akar (g).

Hasil penelitian menunjukkan bahwa varietas Tamsere, Ketumbar, Kristan, Asmo, Ringkak Semut, Banjar, Brantas dan Cisadane termasuk kategori toleran dan varietas Dewi Ratih dan Ciherang termasuk kategori moderat toleran berdasarkan skoring menggunakan standar evaluasi dari IRRI (2003).


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.