Identifikasi Struktur Bawah Permukaan Berdasarkan Metode Magnetotellurik di Kawasan Panas Bumi Wapsalit Kabupaten Buru Provinsi Maluku

Siti Masyitah Fitrida, Joko Sampurno, Okto Ivansyah, Muhammad Kholid

Abstract


Metode magnetotellurik (MT) telah diaplikasikan untuk mengidentifikasi struktur bawah permukaan kawasan Panas Bumi Wapsalit. Kawasan ini terletak di Kabupaten Buru Provinsi Maluku. Pengolahan data dilakukan dengan tahapan: mengubah data mentah dalam domain waktu ke domain frekuensi, pembuatan grafik resistivitas semu terhadap frekuensi dan grafik fase terhadap frekuensi, smoothing grafik dan pemodelan inversi dengan hasil akhir berupa distribusi sebaran resistivitas 2D. Penelitian bertujuan untuk menganalisis struktur bawah permukaan berdasarkan distribusi nilai resistivitas. Hasil pengolahan data menunjukkan tiga lapisan dengan rentang nilai resistivitas 1-32 Ωm, 32-139 Ωm dan lebih dari 139 Ωm, masing-masing diinterpretasi sebagai batu penudung (caprock), reservoir dan batuan dasar (basement).


Keywords


magnetotellurik (MT), resistivitas, panas bumi, Wapsalit

Full Text:

PDF

References


Amriyah, Qonita, 2012, “Pemodelan Data Magnetotellurik Multidimensi untuk Mendelineasi Sistem Geotermal Daerah Tawau Malaysia”, Universitas Indonesia, Jakarta, (Skripsi).

Bandono, I.B., 2011, “Potensi Geothermal Indonesia”, sumber: www.ibnudwibandono.wordpress.com, diakses pada 18 Mei 2014

Christina, B., 2013, “Energi Panas Bumi, Indonesia Kalah dari Filipina”, Liputan Khusus Tempo, Jakarta

Daud, Y., 2010, “Reducing Emission From Geothermal Energy Technology”, International Climate Change Workshop, Geothermal Laboratory University of Indonesia, Jakarta

Grandis, H., 2009, “Pengantar Pemodelan Inversi Geofisika”, Institut Teknologi Bandung, Bandung

Grandis, H., 2013, “Metoda Magnetotellurik (MT)”, Institut Teknologi Bandung, Bandung

Grant dan Bixley, 2010, “Geothermal Reservoir Engineering”, edisi kedua, Academic Press, USA

Kadir, T.V.S., 2011, “Metode Magnetotellurik (MT) untuk Eksplorasi Panasbumi Daerah Lili, Sulawesi Barat, dengan Data Pendukung Metode Gravitasi”, Universitas Indonesia, Jakarta, (Skripsi).

Perdana, A.W., 2011, “Metode Controlled Source Audio Frequency Magnetotelluric (CSAMT) untuk Eksplorasi Mineral Emas Daerah “A” dengan Data Pendukung Metode Magnetik dan Geolistrik”, Universitas Indonesia, Jakarta, (Skripsi).

Pertamina, 2014, “Tentang Panas Bumi”, sumber: www.pge.pertamina.com, diakses pada 28 Maret 2014.

Prihandana dan Hendroko, 2008, “Energi Hijau”, Penebar Swadaya, Jakarta

PSDG, 2012, “Laporan Survei Magnetotellurik Daerah Panas Bumi Wapsalit, Kabupaten Buru, Provinsi Maluku” Pusat Sumber Daya Geologi, Bandung.

Rodie dan Mackie, 2001, “Nonlinear Conjugate Gradients Algorithm for 2D Magnetotelluric Inversion” Jurnal Geophysics Vol.66 No.1

Santoso, D., 2012, “Volkanologi dan Eksplorasi Geotermal”, Catatan kuliah Prodi Teknik Geofisika, Penerbit ITB, Bandung.

Saptadji, N.M., 2001, “Teknik Panas Bumi”, Diktat Kuliah Prodi Teknik Perminyakan, Penerbit ITB, Bandung.

Simpson F. dan Bahr K., 2005, “Practical Magnetotellurics”, Cambridge University Press, USA.

Tim peta, 2014,https://petatematikindo. wordpress.com /2014/07/19/administasi- kabupaten-buru-selatan/,diakses tanggal 13 januari 2014.




DOI: http://dx.doi.org/10.26418/positron.v5i1.9733

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


To view our visitor stats, click on the following link:

View My Stats 

 

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

 

Flag Counter