Aplikasi EM-Conductivity Sistem Loop Vertical Coplanar untuk Identifikasi Sebaran Pupuk pada Lahan Pertanian di Sungai Raya, Kubu Raya, Kalimantan Barat

Triandi Kuseno, Joko Sampurno, Yudha Arman

Abstract


Telah diidentifikasi sebaran pupuk pada lahan pertanian berdasarkan perubahan konduktivitas tanahnya. Metode yang digunakan untuk mengidentifikasi perubahan konduktivitas tanah adalah EM-Conductivity dengan sistem Loop Vertical Coplanar (VCP). Kedalaman pengukuran sistem VCP mencapai 3 meter dari permukaan tanah dan cukup untuk menjangkau zona efektif akar. Pengukuran dilakukan sebelum dan setelah pemupukan dengan variasi ketinggian perangkat dari permukaan tanah. Hasil setelah pemupukan menunjukkan penurunan konduktivitas tanah pada kedalaman 1 meter, peningkatan konduktivitas yang cukup besar pada kedalaman 2 meter dan peningkatan konduktivitas yang tidak terlalu besar pada kedalaman 3 meter. Sebaran pupuk diduga berada pada kedalaman 2 meter selama sepekan setelah pemupukan.


Keywords


EM, gambut, konduktivitas, pupuk, VCP

Full Text:

PDF

References


Badan Pusat Statistik, 2009, Kubu Raya Dalam Angka 2009. BPS Kabupaten Kubu Raya.

Balai Penelitian Tanah, 2011, Pengelolaan Lahan Gambut Berkelanjutan, Balai Penelitian Tanah, Bogor.

Burger, H. R., A. F. Sheehan, dan C. H. Jones, 2004, Introduction to Applied Geophysics Exploring The Shallow Subsurface. W.W. Norton, New York, London.

Chang, Raymond, 2005, Kimia Dasar (Konsep-Konsep Inti), Edisi ketiga, Jilid 1, Erlangga, Jakarta.

Corwin, D. L. dan S. M. Lesch, 2005, Apparent Soil Electrical Conductivity Measurements in Agricultural, Computers and Electronics in Agriculture, 45, 11 – 43.

Corwin, D. L., S. M. Lesch dan D. A. Robinson, 2005, Apparent Soil Electrical Conductivity Measurements in Agricultural, Computers and Electronics in Agriculture, 46, 351 – 378.

Davis, J. G., N. R. Kitchen, K. A. Sudduth, S. T. Drummond, 1997, Using Electromagnrtic Induction to Characterize Soils, Missouri, 4, vol. 81.

Driessen, P. M. dan Soepraptohardjo, 1974, Soils for agricultural expansion in Indonesia. Soil Research Bull. No 1. Soil Research Institute, Bogor.

FAO, 1979, A Land Capability Appraisal Indonesia, Interm Report, United Nations Development Program, FAO, Roma.

Frohlic, Bruno, 1982, Electromagnetic Surveying in Current Middle Easter Archaelogy: Application and Evaluation, Society of Exploration Geophysicists Press, Washington DC.

Kearey, P., M. Brooks, dan I. Hill, 2002, An Introduction to Geophysical Exploration, Edisi ke-3, Blackweell Science Ltd, Malden, USA, Australia, Carlton, France.

Ratmini, Sri, 2012, Karakteristik dan Pengelolaan Lahan Gambut untuk Pengembangan Pertanian, Jurnal Lahan Suboptimal, 1, 197 – 206.

Reynolds, J. M., 1997, An Introduction to Applied and Environmental Geophysics, John Wiley & Sons Ltd, England.

Sianturi, Guntur, 2012, Pemodelan dan Inversi Numerik untuk Sistem Loop-Loop Elektromagnetik Domain Frekuensi, Institut Teknologi Bandung, Bandung (Skripsi).

Suardi, Didi, 2002, Perakaran Padi dalam Hubungannya dengan Toleransi Tanaman terhadap Kekeringan dan Hasil, Jurnal Litbang Pertanian, 21 (3).

Telford, W. N., L. P. Geldard, R. E. Sherrif, dan D. A. Keys, 1976, Applied Geophysics, Cambridge University Press, Cambridge.




DOI: http://dx.doi.org/10.26418/positron.v4i1.5643

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


PUBLISHED BY
IN COOPERATION WITH

Jurusan Fisika
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Universitas Tanjungpura
 Physical Society of Indonesia
Cabang Kalimantan Barat

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.