Delineasi Model Tentatif Sistem Geothermal dan Interpretasi Komprehensif Berdasarkan Analisis Geofisika, Geokimia dan Geologi

. Makhrani

Abstract


Telah didelineasi model tentatif sistem geothermal berdasarkan interpretasi komprehensif dari analisis geofisika, geokimia dan geologi yang dapat memperlihatkan lebih jauh tentang sistem geothermal di daerah penelitian. Analisis geofisika dilakukan untuk zonasi bawah permukaan (overburden, claycap dan reservoar) dan penentuan fasa fluida reservoar. Pola aliran hidrotermal bawah permukaan ditentukan dari analisis geofisika dan geokimia, didukung oleh analisis geologi. Dari analisis dan interpretasi komprehensif diperoleh model tentatif sistem geothermal daerah penelitian, dimana diketahui bahwa pola aliran hidrotermal bergerak dari zona up-flow di daerah penelitian (zona dengan tipe air SO4) mengarah pada aliran outflow ke daerah “WNS” dan “ARP” (zona dengan tipe air HCO3 dan Cl) yang jauhnya ± 1400 meter. Pada daerah penelitian bagian Utara dan Timur terdapat lapisan reservoar (resistivitas 20-75 Ωm) dengan kedalaman ≤ 1350 m di bawah permukaan. Di atas lapisan reservoar terdapat lapisan claycap (resistivitas ≤ 10 Ωm) dan zona overburden (resistivitas antara 10 – 20 Ωm). Fasa fluida yang mendominasi sistem reservoar geothermal daerah penelitian adalah fasa cair dengan kapasitas > 90%, dengan temperatur reservoar termasuk dalam kategori suhu tinggi yaitu > 225 oC.


Keywords


model tentatif, sistem geothermal, reservoar geothermal

Full Text:

PDF

References


Bartucz, D. 2009. Exploration of Geothermal Systems with Petrel Modeling Software. University of Iceland dan University of Akureyri. Akureyri.

BSN (Badan Standarisasi Nasional). 1998. Klasifikasi Potensi Energi Panas Bumi Di Indonesia. SNI 13-5012-1998. Indonesia.

Herdianita, R. 2008. Geothermal and Hydrothermal System.

Hochstein, M. P. 1992. World Wide Occurrence of Geothermal Resources, Convective, and Non-convective System. Geothermal Institute.

IEA (International Energy Asociation), 2007. Geothermal. http://www.iea-gia.org/annex3.asp

Marini, L. 2001. Geochemical Techniques For the Exploration and Exploitation of Geothermal Energy. Dipartimento per lo Studio del Territorio e delle sue Risorse, Universita degli Studi Genova, Italia.

Nicholson, K. 1993. Geothermal Fluids ; Chemistry and Exploration Techniques. Springer-Verlag Berlin Heidelberg. Jerman.

Nurwianti, W. 2010. Karakteristik Panas Bumi Disepanjang Lintasan Garut Pangalengan Berdasarkan Data Magnetotellurik. Universitas Pendidikan Indonesia. Bandung.

Saptadji, N. M. 2002. Teknik Panas Bumi. Institut Teknologi Bandung. Bandung.

Simpson, F. dan Bahr K. 2005. Partical Magnetotellurics. Cambridge University Press. USA. ¬

Suparno, S. 2009. Energi Panas Bumi - A Present From the Heart of the Earth. Universitas Indonesia. Jakarta

Yanti, Z. 2013. Delineasi Model Tentatif sistem Geothermal Daerah Bond dan Interpretasi Berdasarkan Analisis Geofisika, Geokimia dan Geologi, Skripsi Program Studi Geofisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Hasanuddin, Makassar.




DOI: http://dx.doi.org/10.26418/positron.v3i2.5417

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


PUBLISHED BY
IN COOPERATION WITH

Jurusan Fisika
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Universitas Tanjungpura
 Physical Society of Indonesia
Cabang Kalimantan Barat

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.