CERPEN SEBAGAI MEDIA PEMBENTUKAN KARAKTER SISWA

Martono Martono

Abstract


Pembelajaran sastra dimaksudkan untuk meningkatkan kemampuan siswa mengapresiasi karya sastra. Kegiatan mengapresiasi cerpen berkaitan erat dengan latihan mempertajam perasaan, penalaran, dan daya khayal, serta kepekaan terhadap masyarakat, budaya, dan lingkungan hidup. Siswa diharapkan mampu menikmati, menghayati, memahami, dan memanfaatkan karya sastra pada umumnya dan cerpen khususnya untuk mengembangkan kepribadian, memperluas wawasan kehidupan, serta meningkatkan pengetahuan dan kemampuan berbahasa. Diharapkan siswa mampu menikmati, menghayati, memahami, dan memanfaatkan cerpen untuk mengembangkan kepribadian, memperluas wawasan kehidupan, serta meningkatkan pengetahuan dan kemampuan berbahasa. Membaca cerpen akan membantu siswa menjadi manusia berbudaya yang responsif terhadap nilai-nilai luhur dalam kehidupan bermasyarakat. Siswa yang berbudaya demikian diharapkan menjadi manusia yang agung namun tetap sederhana, bebas tetapi mengontrol diri, kuat tetapi penuh kelembutan.

Full Text:

PDF

References


Badan Standar Nasional Pendidikan. 2006. Standar Isi. Jakarta.

Badan Standar Nasional Pendidikan. 2006. Panduan Penyusunan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah. Jakarta.

Badan Standar Nasional Pendidikan. 2006. Contoh/Model Silabus Mata Pelajaran Bahasa Indonesia. Jakarta.

Daradjat, Zakiah. 2001. Pembinaan Akhlak di Tingkat SMTA dan Perguruan Tinggi. Dalam Rama Furqona (ed). Pendidikan Agama dan Akhlak Bagi Anak & Remaja. Ciputat: PT. Logos Wacana Ilmu.

Depdiknas, 2006. Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar Tingkat SMA/MA – SMK/MAK Mata Pelajaran Bahasa Indonesia.

Berry, John W; Ype H. Poortinga; Mashall H. Segall; Pierre R. Dasen. Psikologi Lintas-Budaya: Riset dan Aplikasi. Terjemahan Edi Suhardono, 1999. Jakarta: PT Gramedia.

Darma, Budi,1984. ‘Moral dalam Sastra’ dalam Andy Zoeltom (editor). Budaya Sastra. Jakarta: Rajawali

Depdiknas, 2006. Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar Tingkat SMA/MA – SMK/MAK Mata Pelajaran Bahasa Indonesia.

Koesoema, Doni. 2007. Pendidikan Karakter Strategi Mendidik Anak di Zaman Global. Jakarta: PT. Grasindo.

Leech, Geoffrey. 1983. Prinsip-Prinsip Pragmatik. Terjemahan oleh M.D.D. Oka. 1993. Jakarta: UI Press.,

Lickona. T. 1992. Educating for Charakter, How Our School Can Tach Recpect and Responsibility. New York: Bantam Books.

Mangunwijaya, Y.B. 2000. Rumah Bambu. Kumpulan Cerpen. Jakarta: Kepustakaan Populer Gramedia.

Martono, 2010. Pembentukan Karakter Generasi MudaMelalui Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia. Dalam Novi Anoegrajekti, Sudartomo Macaryus, dan Endry Boeriswati (Eds.) Idiosinkrasi. Jakarta: UNJ dan Kepel Press.

Navis, Ali Akbar. 1991. Robohnya Surau Kami. Kumpulan Cerpen. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Pradopo, R. D. 1990. Pengkajian Puisi. Yogyakarta: Gajah Mada University Pres.

Singh, Agwan. 2000. Encyclopedia of The Holy Quran. New Delhi: Balaji Offset.

Sumardjo, Jakob, & Saini K.M. 1991. Apresiasi Kesusastraan. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional.

Waluyo, H. J. 1991. Teori dan Apresiasi Puisi. Jakarta: Erlangga.

Wellek, R. dan Warren, A.1977. Teori Kesusastraan.Terjemahan Melani Budiman. Jakarta: PT Gramedia.

Widdowson, H.G. 1979. Stylistic and The Teaching of Literature. London: Longman.

Wijaya, Putu. 1995. Yel. Jakarta: Pustaka Firdaus.




DOI: http://dx.doi.org/10.26418/ekha.v1i1.24825

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Jurnal Edukasi Khatulistiwa (Ekha)

Published by Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tanjungpura 

e-ISSN: 2621-3788

Plagiarism Tools

     


Jurnal Edukasi Khatulistiwa (Ekha) Indexed by



Creative Commons License
Jurnal Edukasi Khatulistiwa (Ekha) is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.

View My Stats