HUBUNGAN KOMUNIKASI TERAPEUTIK PERAWAT BERDASARKAN PERSEPSI KLIEN TERHADAP TINGKAT KEPUASAN KLIEN DI INSTALASI RAWAT INAP RUMAH SAKIT UNIVERSITAS TANJUNGPURA

Denny Kurniawan .

Abstract


Latar belakang : Komunikasi merupakan hal yang penting dalam hidup bersosial. Komunikasi dalam keperawatan disebut dengan komunikasi terapeutik. Komunikasi terapeutik adalah komuinkasi yang dilakukan pada saat melakukan asuhan keperawata atau pelayanan di suatu rumah sakit. Dalam hal ini komunikasi terapeutik memegang peranan penting dalam meningkatkan hubungan yang terapeutik antara perawat dan klien sehingga klien merasa puas dengan pelayanan yang diberikan oleh perawat. Kepuasan klien sangat diperlukan sebagai indikator dalam meningkatkan pelayanan di rumah sakit.

Tujuan : Mengetahui hubungan komunikasi terapeutik perawat berdasarkan persepsi klien terhadap tingkat kepuasan klien di Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit Universitas Tanjungpura.

Metode : Jenis penelitian kuantitatif dengan desain observasional analitik. Penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan puposive sampling dengan sampel sebanyak 67 responden sesuai dengan kriteria inklusi. Setiap responden diberi kuesioner tentang komunikasi terapeutik dan tingkat kepuasan. Uji yang digunakan adalah uji Chi-Square.

Hasil : Berdasarkan persepsi klien sebanyak 34 responden (50,7%) bahwa komunikasi terapeutik terapeutik baik,sedangkan sebanyak 33 responden (49,3%) bahwa komunikasi terapeutik buruk. Tingkat kepuasan klien dengan kepuasan tinggi sebanyak 35 responden (52,2%), kepuasan rendah sebanyak 32 responden (47,8%). Hasil uji didapat nilai p value = 0,000. Kesimpulan : Ada hubungan komunikasi terapeutik perawat terhadap tingkat kepuasan klien. Sehingga perawat dapat selalu meningkatkan komunikasi terapeutik dalam melakukan asuhan keperawatan.

 

Kata Kunci : Komunikasi Terapeutik, persepsi, kepuasan klien

Referensi : 33 (2005-2016)


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.