HUBUNGAN TINGKAT KECEMASAN DENGAN TINGKAT KUALITAS HIDUP PASIEN TUBERKULOSIS PARU DI PUSKESMAS PERUMNAS II KECAMATAN PONTIANAK BARAT

Surya Andika .

Abstract


Latar belakang : Penyakit tuberkulosis (TB) masih menjadi ancaman bagi masyarakat sekitar. Pasien TB sering mengalami batuk dan sesak napas yang beresiko menular pada orang lain. Kondisi tersebut dapat menimbulkan kecemasan pada pasien TB. Kecemasan adalah salah satu aspek yang mempengaruhi tingkat kualitas hidup pada pasien TB. Tujuan : Mengetahui hubungan tingkat kecemasan dengan tingkat kualitas hidup pasien tuberkulosis paru di Puskesmas Perumnas II Kecamatan Pontianak Barat.

Metode : Desain penelitian analitik observasional dengan pendekatan crass sectional. Teknik sampling menggunakan total sampling dengan jumlah sampel 20 responden. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner Zung Self-Rating Anxiety Scale untuk mengukur tingkat kecemasan dan The World Health Organization Quality of Life (WHOQOL-BREF) untuk mengukur tingkat kualitas hidup. Uji statistik menggunakan uji Chi-Square dengan uji Kolmogorov-Smirnov sebagai uji alternatifnya.

Hasil : Responden dengan tingkat kecemasan ringan sebanyak 18 responden, dimana sebanyak 4 responden (20%) memiliki tingkat kualitas hidup yang baik dan sebanyak 14 responden (70%) memiliki kualitas hidup yang buruk. Responden dengan tingkat kecemasan sedang sebanyak 2 responden (10%) yang mana mempunyai tingkat kualitas hidup buruk. Hasil uji didapatkan nilai p = 1,000.

Kesimpulan : Tidak terdapat hubungan tingkat kecemasan dengan tingkat kualitas hidup pada pasien tuberkulosis paru di Puskesmas Perumnas II Kecamatan Pontianak Barat.


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.