STUDI KUALITATIF TERJADINYA DEFAULT PENGOBATAN TUBERKULOSIS PARU DI UNIT PENGOBATAN PENYAKIT PARU-PARU PROVINSI KALIMANTAN BARAT TAHUN 2016

Devi Otavia Utami .

Abstract


Latar belakang : Salah satu kendala keberhasilan program pemberantasan Tuberkulosis Paru adalah kasus default atau drop out. Penderita default/ drop out yang tidak diobati secara adekuat selanjutnya akan menjadi sumber penularan bagi masyarakat sekitarnya. Default merupakan salah satu kontributor yang berperan besar terhadap kegagalan pengobatan TB dan peningkatan resiko Multidrug-Resistant (MDR) TB

Tujuan : Untuk menggali lebih dalam faktor-faktor terjadinya default tuberkulosis paru di Unit Pengobatan Penyakit Paru-Paru Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2016.

Metodologi Penelitian : Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Data didapatkan dengan melakukan wawancara mendalam terhadap 5 partisipan. Hasil wawancara dianalisis dengan menggunakan metode analisis Milles and Huberman.

Hasil Penelitian : Ada 4 tema yang didapatkan dari penelitian yaitu: Efek Obat Anti TBC (OAT), kurangnya informasi mengenai penyakit TBC dan pengobatannya, konsep diri, dan pengaruh psikososial. 

Kesimpulan : Faktor resiko yang dapat menyebabkan terjadinya default TB Paru adalah gejala-gejala subjektif dan objektif yang dirasakan oleh partisipan dari efek samping OAT, kurangnya informasi mengenai TBC dan pengobatannya, gangguan pada konsep diri partisipan serta pengaruh psikososial partisipan yang berdampak terhadap pengambilan keputusan partisipan untuk default.  

Kata Kunci : Faktor Resiko, Default, Tuberkulosis paru.

Referensi : 13 (2002-2014)


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.