HUBUNGAN ANTARA STATUS MEROKOK DENGAN INDEKS MASSA TUBUH PADA PRIA DI UPTD PUSKESMAS KECAMATAN PONTIANAK KOTA

Devi Merry Kristina Sinaga .

Abstract


Latar belakang: Nikotin merupakan kandungan rokok yang dapat mengubah regulasi sistem saraf pusat perokok melalui pelepasan berbagai kimia otak yang menekan nafsu makan dan meningkatkan metabolisme, sehingga dapat mempengaruhi status gizi seorang perokok.

Tujuan: Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui hubungan antara status merokok dengan indeks massa tubuh pada pria di UPTD Puskesmas Kecamatan Pontianak Kota.

Metode: Jenis penelitian ini adalah observasional epidemiologis dengan pendekatan cross-sectional. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 65 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan cara pendataan menggunakan kuesioner serta pengukuran tinggi dan berat badan yang kemudian dikonversikan ke indeks massa tubuh. Teknik analisa yang dilakukan secara bivariat menggunakan dua jenis uji analitis yaitu uji chi square untuk menganalisis hubungan antara status merokok dengan indeks massa tubuh dan uji Kolmogorov-Smirnov untuk menganalisis hubungan antara derajat perokok dengan indeks massa tubuh.

Hasil: Hasil uji chi square menunjukkan nilai p = 0,00067 (p < 0,05) yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara status merokok dengan indeks massa tubuh. Sedangkan pada hasil analisa Kolmogorov-Smirnov menunjukkan nilai p=0,812 yang berarti tidak ada hubungan antara derajat perokok dengan indeks massa tubuh.

Kesimpulan: Ada hubungan antara status merokok dengan indeks massa tubuh pada pria di UPTD Puskesmas Kecamatan Pontianak Kota. Namun, tidak terdapat hubungan antara derajat perokok dengan indeks massa tubuh pria di UPTD

Puskesmas Kecamatan Pontianak Kota. Oleh karena itu, peneliti merekomendasikan untuk lebih memperhatikan status gizi pada perokok demi menunjang kesehatan.

 

Kata Kunci: Merokok, status gizi, indeks massa tubuh


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.