FAKTOR-FAKTOR RISIKO YANG MEMENGARUHI KEMATIAN NEONATAL DI KOTA PONTIANAK

Budi Ramanda .

Abstract


Latar Belakang : Angka kematian bayi merupakan salah satu indikator derajat kesehatan masyarakat. Proporsi terbesar dari angka kematian bayi terjadi pada masa neonatal. Sustainable Develompment Goals (SGDs) menargetkan Angka Kematian Neonatal (AKN) pada tahun 2030 sebesar 12 per 1000 kelahiran hidup. AKN di Indonesia pada tahun 2015 diperkirakan sebesar 16 per 1000 kelahiran hidup. Kota Pontianak merupakan Ibukota Provinsi Kalimantan Barat yang memiliki kasus kematian neonatal cukup tinggi.

Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor risiko yang memengaruhi kematian neonatal di Kota Pontianak.

Metode : Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan studi kasus kontrol. Teknik pengambilan sampel pada kelompok kasus menggunakan total sampling dan pada kelompok kontrol menggunakan purposive sampling. Jumlah sampel 23 kasus dan 23 kontrol. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat dan multivariat.

Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor risiko yang memengaruhi kematian neonatal berdasarkan analisis bivariat adalah komplikasi kehamilan (p = 0,004 dan OR = 14,14), berat badan lahir rendah (p = 0,001 dan OR = 20,17), kelahiran prematur (p = 0,005 dan OR = 7,27) dan ketiadaan inisiasi menyusu dini (p = 0,001 dan OR = 8,91). Pada analisis multivariat variabel yang paling dominan adalah berat badan lahir rendah (p = 0,007 dan OR = 22) dan komplikasi kehamilan (p = 0,018 dan OR = 15,75). 

Kesimpulan : Faktor-faktor risiko yang memengaruhi kematian neonatal di Kota Pontianak pada tahun 2015 adalah komplikasi kehamilan dan berat badan lahir rendah.

 

Kata kunci : kematian neonatal, faktor risiko, studi kasus kontrol.


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.