PENGARUH PEMBERIAN AROMATERAPI MINYAK KENANGA TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA PENDERITA HIPERTENSI DI DESA SEBUBUS KECAMATAN PALOH KABUPATEN SAMBAS

Dwi Shaleha .

Abstract


Latar Belakang: Hipertensi merupakan keadaan dimana peningkatan tekanan darah lebih dari batas normal. Penanganan hipertensi bisa dilakukan dengan farmakologi dan nonfarmakologi. Salah  satu penanganan dengan cara nonfarmakologi berupa pemberian aromaterapi minyak kenanga karena kandungan linalool dalam kenanga memberikan efek relaksasi sehingga bisa menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi.

Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh pemberian aromaterapi minyak kenanga terhadap penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi  di Desa Sebubus Kecamatan Paloh Kabupaten Sambas.

Metode: Penelitian kuantitatif menggunakan desain pre-eksperimen dengan rancangan one group pre test – post test design, jumlah sampel 17 responden. Pengambilan sampel dengan purposive sampling. Analisa menggunakan uji Wilcoxon dengan nilai p < 0,005.

Hasil: Responden penelitian jenis kelamin 82,4% perempuan dan 17,6% laki-laki. Umur middle age 52,9%, elderly 47,1%. Rata-rata tekanan darah sebelum dilakukan pemberian aromaterapi sistol 160,59 standar deviasi 15,601, diastol 101,47 standar deviasi 6,559. Rata-rata tekanan darah sesudah dilakukan pemberian aromaterapi tekanan darah sistolik 146,35 standar deviasi 17,934, tekanan darah diastolic 92.94 standa rdeviasi 7,717. Hasil uji Wilcoxon untuk tekanan darah sistolik dengan nilai p=0,000 sedangkan untuk tekanan darah diastolik nilai p=0,001

Kesimpulan: Pemberian aromaterapi minyak kenanga terbukti berpengaruh dalam menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi di Desa Sebubus Kecamatan Paloh Kabupaten Sambas sehingga aromaterapi minyak kenanga dapat dijadikan sebagai salah satu intervensi keperawatan nonfarmakologis dalam menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi.


Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.