STUDI FENOMENOLOGI: FAKTOR TERJADINYA KEKAMBUHAN TB PARU DI WILAYAH KECAMATAN PONTIANAK UTARA TAHUN 2015

Yesika Agustin .

Abstract



Latar belakang : Kekambuhan TB Paru bukanlah hal biasa yang dapat diabaikan begitu saja. Kekambuhan TB paru
akan menimbulkan resistensi obat TB. Apabila pasien mengalami resisten terhadap obat anti TB, maka akibatnya
ikut menjadi sumber penular kuman TB yang sudah resisten dan dapat meluas sehingga akan sangat sulit
ditanggulangi.
Tujuan : Untuk menganalisis faktor resiko kejadian kekambuhan TB Paru di wilayah Kecamatan Pontianak Utara
Tahun 2015.
Metodologi Penelitian : Menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Data didapatkan
dengan melakukan wawancara semi terstruktur, menggunakan pedoman wawancara terhadap 5 partisipan. Hasil
wawancara dianalisis dengan menggunakan metode analisis Milles and Huberman.
Hasil Penelitian : Hasil yang didapatkan adalah 4 tema yaitu: Kurangnya sumber informasi tentang penyakit TBC
dan kekambuhannya, sumber penular lain yang dapat menyebabkan TB Paru, riwayat kegagalan pengobatan
terdahulu, dan penyakit yang menyertai selain TB Paru.
Kesimpulan : Faktor resiko yang dapat mempengaruhi kejadian kekambuhan TB Paru adalah umur yang tua
berkisar > 50 tahun dan jenis kelamin laki-laki, pengetahuan yang kurang tentang TB Paru, sumber penular lain
seperti keluarga ataupun tetangga di lingkungan sekitar yang juga menderita TB Paru yang dapat menularkan kuman
TB, paparan asap rokok dari lingkungan sekitar, kegagalan pengobatan terdahulu, serta penyakit penyerta seperti
DM juga dapat mempengaruhi terjadinya kekambuhan TB Paru.

Kata Kunci : Faktor Resiko, Kekambuhan, Tuberkulosis paru.


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.