Pengaruh Brain Gym (Senam Otak) Terhadap Memori Jangka Pendek Penyandang Tunagrahita Ringan di SDLB-C Dharma Asih Pontianak

Silfania Rosevin Gea .

Abstract


Latar Belakang: Penyandang tunagrahita ringan memiliki gangguan tumbuh kembang salah satunya gangguan fungsi intelegensi terutama kemampuan memori jangka pendek mengalami keterbatasan dalam mengingat. Memori jangka pendek yang buruk dapat mengganggu proses belajar dan akademisi anak di sekolah sehingga diperlukan suatu intervensi yang dapat meningkatkan memori jangka pendek penyandang tunagrahita ringan. Senam otak adalah gerakan senam sederhana yang dapat mengintegrasikan kerja otak menjadi lebih baik sehingga meningkatkan kemampuan memori jangka pendek.

Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh senam otak terhadap memori jangka pendek penyandang tunagrahita ringan di SDLB-C Dharma Asih Pontianak.

Metode: Penelitian ini bersifat kuantitatif berupa quasi experiment dengan rancangan pre and post test without control. Sampel penelitian berjumlah 20 orang. Analisis yang digunakan adalah uji Wilcoxon.

Hasil: Hasil menunjukkan nilai median skala memori jangka pendek sebelum intervensi adalah 4,00 dengan skor minimum 0 dan skor maksimum 9, sedangkan nilai median skala memori jangka pendek setelah intervensi adalah 6,00 dengan skor minimum 1 dan skor maksimum 12. Hasil uji wilcoxon menunjukkan nilai p=0,000 <0,05. Nilai ini menyatakan bahwa senam otak mampu menstimulasi hippocampus sehingga mempengaruhi kemampuan memori jangka pendek penyandang tunagrahita ringan.

Kesimpulan: Ada pengaruh senam otak terhadap memori jangka pendek sebelum dan sesudah diberikan intervensi. Senam otak dapat meningkatkan memori jangka pendek penyandang tunagrahita ringan di SDLB-C Dharma Asih Pontianak.


Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.