KONTRIBUSI KONFERENSI ASIA–AFRIKA (KAA) DALAM UPAYA MEWUJUDKAN PERDAMAIAN DUNIA MENURUT HUKUM INTERNASIONAL

REINHARD HALOMOAN SAGALA - A11112049

Abstract


Secara konseptual, hubungan internasional bermula saat manusia mulai tinggal menetap di suatu daerah dan membentuk diri mereka sendiri ke dalam wilayah terpisah dengan berdasarkan komunitas politik. Setiap komunitas politik yang terbentuk tidak bisa menghindari terjadinya kontak dengan komunitas lainnya. Interaksi yang terjadi antar komunitas yang ada menimbulkan efek yang saling mempengaruhi. Realitas politik kontemporer menunjukkan bahwa seluruh populasi dunia terbagi ke dalam komunitas-komunitas wilayah politik atau negara merdeka yang sangat berpengaruh terhadap bentuk kehidupan mereka. Selanjutnya, negara-negara tersebut membentuk suatu sistem internasional. Indonesia merupakan bagian masyarakat internasional yang menerapkan politik luar negeri bebas aktif.

 

Sebagai salah satu perwujudan politik luar negeri yang bebas aktif dan dalam upaya mewujudkan perdamaian dunia, negara Indonesia memprakarsai dan menyelenggarakan Konferensi Asia-Afrika (KAA) bersama beberapa negara di Benua Asia dan Benua Afrika. Ide membuat Konferensi Asia-Afrika datang ketika Ali Sastroamidjojo menerima surat dari Perdana Menteri Sri Lanka John Kotelawa pada awal 1954. Kotelawala mengajak Perdana Menteri Ali dan Perdana Menteri tiga negara lain bertemu untuk menurunkan ketegangan di Indocina sekarang disebut Vietnam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui latar belakang dan sejarah Konferensi Asia-Afrika (KAA), untuk mengetahui dampak Konferensi Asia Afrika (KAA) dalam kaitan dekolonisasi, untuk menjelaskan arti penting Konferensi Asia-Afrika bagi hubungan internasional kontemporer dalam kaitan terbentuknya Gerakan Non Blok, untuk mengungkapkan arti penting peringatan Konferensi Asia Afrika tahun 2005 dan 2015.

 

Hasil penelitian yang diperoleh bahwa latar belakang Konferensi Asia Afrika (KAA) yakni kedua benua saling berdekatan, kedua benua mempunyai persamaan nasib, banyak masalah penting yang timbul setelah merdeka, meningkatnya kesadaran berbangsa yang di gagas oleh golongan intelektual, melemahnya kaum imperialis akibat perang dunia I dan II, bahwa Konferensi Asia Afrika (KAA)  berpengaruh sangat besar dalam upaya menciptakan perdamaian dunia dan mengakhiri penjajahan di seluruh dunia secara damai, khususnya di Asia dan Afrika, bahwa semangat Konferensi Asia Afrika (KAA) untuk tidak berpihak pada blok Barat maupun blok Timur telah mendorong lahirnya Gerakan Non Blok. Dengan demikian ketegangan dunia dapat diredam, bahwa Konferensi Asia Afrika (KAA) di Bandung berhasil meraih kesuksesan baik dalam merumuskan masalah umum, menyiapkan pedoman operasional kerjasama antarnegara Asia-Afrika, serta menciptakan ketertiban dan perdamaian dunia. Hasil dari pertemuan tersebut kemudian dikenal sebagai “10 Dasasila Bandung” dimana di dalamnya memuat cerminan  penghargaan terhadap hak asasi manusia, kedaulatan semua bangsa, dan perdamaian dunia.

Kata Kunci : Konferensi Asia Afrika, Perdamaian Dunia, Hukum Internasional


Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Powered By : Team Journal - Faculty of Law - Tanjungpura University 2013