UPAYA NON PENAL DALAM PENYALAHGUNAAN NARKOTIKA OLEH BADAN NARKOTIKA NASIONAL (BNNK) KOTA SINGKAWANG

WAHYU ILAHI - A01112077

Abstract


Penelitian ini dilatar belakangi oleh permasalahan yang sedang terjadi di Kota Singkawang yang telah marak dengan adanya penyalahgunaan narkotika. Melihat penyalahgunaan narkotika banyak dilakukan oleh kalangan remaja maka tidak cukup hanya dilakukan tindakan penal saja akan tetapi juga membutuhkan upaya non penal. Karena bagi mereka yang tergolong korban maka upaya penal yang dilakukan penegak hokum dinilai kurang efektif. Oleh karena itu melalui upaya non penal yang dilakukan oleh LSM Merah Putih ini dapat memberikan layanan rehabilitasi bagi para korban penyalahgunaan narkotika agar mereka dapat disembuhkan sehingga dapat menjalankan aktivitasnya di masyarakat dengan normal.  Adapun penelitian ini bertujuan sebagai berikut; 1) Untuk mendapat data informasi penyalahgunaan narkotika di Wilayah Kota Singkawang melalui pendekatan rehabilitasi sosial. 2) Untuk mengungkap faktor-faktor mengapa BNN hanya menyelesaikan dengan upaya non penal dalam penanggulangan penyalahgunaan narkotika di Wilayah Kota Singkawang. 3) Untuk mengungkap kendala-kendala yang dihadapi upaya non penal dalam penanggulangan penyalahgunaan narkotika oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) di Wilayah Kota Singkawang melalui pendekatan rehabilitasi sosial. 4) Untuk memberikan sumbangsih pemikiran tentang penyelesaian penyalah gunaan narkotika melalui upaya non penal di Wilayah Kota Singkawang.

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah: tokoh masyarakat, orang tua, BNN Kota Singkawang, petugas LSM Merah Putih, tenaga medis dan mantan pengguna pengguna Narkotika. Teknik yang digunakan dalam mengumpulkan data adalah  teknik komunikasi tidak langsung dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan mengguakan perhitungan statistik dengan menggunakan rumus persentase.

Berdasarkan analisis data dalam penelitian ini, maka dapat disimpulkan: 1) Bahwa penyalahgunaan narkotika di Wilayah Kota Singkawang melalui pendekatan rehabilitasi sosial bahwa upaya non penal dalam penanggulangan penyalahgunaan narkotika oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) di Wilayah Kota Singkawang bahwa pada tahun 2013 berjumlah 29,41% dari jumlah keseluruhan, pada tahun 2014 mengalami penigkatan hingga mencapai angka 35,29%, pada tahun 2015 menurun hingga mencapai 23,35% dan pada tahun 2016 mengalami peningkatan lagi hingga mencapai 26,47%, 2) Bahwa faktor-faktor mengapa BNN hanya menyelesaikan dengan upaya non penal dalam penanggulangan penyalahgunaan narkotika di Wilayah Kota Singkawang dikarenakan upaya non penal dianggap lebih efektif dalam penanggulangan penyalahgunaan narkotika di Wilayah Kota Singkawang, faktor karena korban masih dibawah umur, status hukum yang dikenakan dalam kategori korban, permohonan orang tua  agar anaknya direhabilitasi dan faktor karena ada hukum yang mengatur adanya upaya non penal bagi para pecandu narkotika. 3) Bahwa terdapat kendala-kendala yang dihadapi upaya non penal dalam penanggulangan penyalahgunaan narkotika oleh BNN di Wilayah Kota Singkawang melalui pendekatan rehabilitasi sosial baik itu kendala internal dan kendala eksternal. Kedala internal tersebut seperti kurangnya tenaga pembantu dan petugas yang masih terbatas baik secara kualitas maupun kuantitas. Adapun kendala eksternal seperti fasilitas yang belum memadai, minimnya perhatian pemerintah kota singkawang.

 

Kata Kunci : Non Penal, Rehabilitas Pecandu Narkotika, Kota Singkawang


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Powered By : Team Journal - Faculty of Law - Tanjungpura University 2013