PENDAPAT PARA ULAMA SAMBAS TENTANG HAK KEPERDATAAN ANAK DILUAR KAWIN BERDASARKAN PUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI NOMOR 46/PUU-VIII/2010

LEO PRADANA ATMAJA - A11112059

Abstract


Anakmerupakananugerahdari Allah SWT yang tidakternilaidandambaanbagikeluargauntukmeneruskanketurunan yang lebihbaik, dijelaskandalamUndang-UndangPerkawinan, anakdibagimenjadiduayaituanaksahdananakluarkawin. Anak yang sahyaituanakyagdilahirkandalamatausebagaiakibatdariperkawinan yang sah, sedangkananakluarkawinadalahanak yang dilahirkandiluarperkawinan yang sah, sedangkananakluarkawinadalahanak yang dilahirkandiluarperkawinan yang sah, hanyamempunyaihubunganperdatadenganibunyadankeluargaibunyasaja. Artinyasianaktidakmempunyaihubunganhukumterhadapayahnya, baikberkenaandenganbiayakehidupandanpendidikannyamaupunwarisan.NamunsetelahdikeluarkannyaPutusanMahkamahKonstitusiNomor 46/PUU-VIII/2010 tentanghakkeperdataananak yang diluarkawinmengatakanbahwaanak yang dilahirkandiluarperkawinanmempunyaihubunganperdatadenganibunyadankeluargaibunyasertalaki-lakisebagaiayahnyadapatdibuktikanberdasarkanilmupengetahuandanteknologidan/ataualatbuktilainmenuruthukummempunyaihubungandarah, termasukhubunganperdatadengankeluargaayahnya. Para ulamamenilaibahwaputusan MK tersebutterlaluluasjangkauannyasehinggadikhawatirkanmenimbulkan multi tafsir.Makadariitupenulistertarikmelakukanpenelitiandenganjudul“Pendapat Para Ulama Sambas TentangHakKeperdataanAnakDiluarKawinBerdasarkanPutusanMahkamahKonstitusiNomor 46/PUU-VIII/2010”.

 

Masalah yang diteliti yaitu : “Faktor apa yang menyebabkan para ulama kabupaten Sambas tidak menerapkan Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 46/PUU-VIII/2010 tentang hak keperdataan anak diluar kawin di Kabupaten Sambas?”. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode penelitian hukum empiris dengan pendekatan Deskriftif Analisis, yakni menggambarkan keadaan atau fakta sebagaimana adanya pada saat penelitian, kemudian data atau fakta tersebut dianalisis hingga ditarik suatu kesimpulan. Dalam penelitian ini penulis mengumpulkan data melalui wawancara dan angket.

Suatupernikahandapatdikatakansahapabilamemenuhisyaratdanrukunnikahmenuruthukumislamdan di catatkan di Kantor Urusan Agama (KUA). Para ulamaberpendapatbahwaterhadapputusan MK Nomor 46/PUU-VIII/2010 ialahuntuk status anak di luarnikahdalamartiasudahnikahsirri, disamakandenganputusan MK Nomor46/PUU-VIII/2010 danmengajukanitsbatnikahkepadaPengadilan agama agar pernikahannyadisahkanataudilegalkanolehhukumpositifIndonesia,bukanhanyasahsecara agama islamsaja. Sedangkanuntuk status anak di luarnikahdalamartihasilperzinaan, makahubungannasabtetapkepadaibudankeluargaibunyasaja, tidakadahubungannasabdengan ayah biologisnya.

Kata Kunci :PendapatUlama, anakdiluarkawin, Putusan MK


Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Powered By : Team Journal - Faculty of Law - Tanjungpura University 2013