PENEGAKAN HUKUM TERHADAP PELANGGAN LISTRIK YANG MENGGUNAKAN MINI CIRCUIT BREAKER (MCB) YANG TIDAK SESUAI DENGAN STANDARD PT. PLN (PERSERO) BERDASARKAN PASAL 51 AYAT (3) UNDANG-UNDANG NO. 30 TAHUN 2009 TENTANG KETENAGALISTRIKAN DI DESA KAPUR KECA

DEBBY YASMAN ADIPUTRA - A11112200

Abstract


Dalam kehidupan sehari-hari, masyarakat sangat memerlukan listrik guna menunjang berbagai aktivitas. Bahkan, pada saat ini listrik sudah dianggap sebagai kebutuhan primer. Untuk menjamin keselamatan pelanggan dan keamanan instalasi dalam penyediaan dan pemanfaatan tenaga listrik, instalasi tenaga listrik harus menggunakan peralatan dan perlengkapan listrik yang memenuhi standard yang dikeluarkan oleh PT. PLN (Persero).

Salah satu peralatan dan perlengkapan listrik yang memenuhi standard PT. PLN (Persero) adalah Mini Circuit Breaker (MCB) yang terletak pada KWH Meter (meteran listrik). Mini Circuit Breaker (MCB) adalah alat milik PT. PLN (Persero) untuk membatasi daya listrik yang digunakan pelanggan sesuai dengan Surat Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik antara PT. PLN (Persero) dengan pelanggan.

Dalam kenyataannya, para pelanggan PT. PLN (Persero) banyak yang menggunakan Mini Circuit Breaker (MCB) yang tidak sesuai dengan standard PT. PLN (Persero) seperti menggunakan Mini Circuit Breaker (MCB) melebihi kapasitas dari yang seharusnya atau menggunakan Mini Circuit Breaker (MCB) pasar. Begitu pula yang terjadi di Desa Kapur Kecamatan Sungai Raya Kabupaten Kubu Raya, di mana jumlah pelanggan listrik PT. PLN (Persero) Rayon Siantan sebanyak 974 orang. Dari 974 orang pelanggan tersebut, ternyata pelanggan yang menggunakan Mini Circuit Breaker (MCB) yang tidak sesuai dengan standard PT. PLN (Persero), baik penggunaan Mini Circuit Breaker (MCB) yang melebihi kapasitas dari yang seharusnya dan penggunaan Mini Circuit Breaker (MCB) pasar yang bukan merupakan standard PT. PLN (Persero) sebanyak 232 orang.

Perbuatan pelanggan PT. PLN (Persero) yang menggunakan Mini Circuit Breaker (MCB) yang tidak sesuai dengan standard PT. PLN (Persero) merupakan tindak pidana yang diancam dengan sanksi/hukuman sebagaimana diatur dalam Pasal 51 ayat (3) Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2009 tentang Ketenagalistrikan, selama ini masih belum dilakukan penegakan hukum dan mendapatkan sanksi pidana.

Faktor penyebab belum dilakukannya penegakan hukum terhadap pelanggan listrik yang menggunakan Mini Circuit Breaker (MCB) yang tidak sesuai dengan standard PT. PLN (Persero) di Desa Kapur Kecamatan Sungai Raya Kabupaten Kubu Raya karena perbuatan menggunakan Mini Circuit Breaker (MCB) yang tidak sesuai dengan standard PT. PLN (Persero) tidak terlalu ekstrim dibandingkan dengan tindak pidana lainnya. Di samping itu, faktor penyebab belum dilakukannya penegakan hukum terhadap pelanggan listrik yang menggunakan Mini Circuit Breaker (MCB) yang tidak sesuai dengan standard PT. PLN (Persero) di Desa Kapur Kecamatan Sungai Raya Kabupaten Kubu Raya disebabkan oleh unsur pembiaran karena adanya kerjasama aparat penegak hukum dengan pelanggan yang menggunakan Mini Circuit Breaker (MCB) yang tidak sesuai dengan standard PT. PLN (Persero).

Adapun upaya penanggulangan yang dilakukan oleh Petugas Penertiban Pemakaian Tenaga Listrik (P2TL) dari PT. PLN (Persero) Rayon Siantan terhadap pelanggan listrik yang menggunakan Mini Circuit Breaker (MCB) yang tidak sesuai dengan standard PT. PLN (Persero) di Desa Kapur Kecamatan Sungai Raya Kabupaten Kubu Raya adalah memberikan penyuluhan hukum kepada warga masyarakat mengenai Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2009 tentang Ketenagalistrikan dan SK Direksi PT. PLN (Persero) Nomor 1468.K/DIR/2011 tentang Penertiban Pemakaian Tenaga Listrik (P2TL) dan Tagihan Susulan. Penyuluhan hukum ini dilaksanakan dengan melibatkan Ketua RT, meningkatkan frekuensi razia Penertiban Pemakaian Tenaga Listrik (P2TL) ke setiap pelanggan di seluruh wilayah PT. PLN (Persero) Rayon Siantan, dan memberikan surat pemanggilan kepada pelanggan listrik yang menggunakan Mini Circuit Breaker (MCB) yang tidak sesuai dengan standard PT. PLN (Persero). Apabila pelanggan tersebut tidak mengindahkan surat pemanggilan dari PT. PLN (Persero), maka akan diproses secara hukum.

 

Kata Kunci                         :   Penegakan Hukum – Pelanggan Listrik – Mini Circuit Breaker (MCB) Tidak Sesuai Dengan Standard PT. PLN (Persero).

 


Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Powered By : Team Journal - Faculty of Law - Tanjungpura University 2013