PERANAN NOTARIS DALAM PENYELESAIAN SENGKETA AKIBAT WANPRESTASI PIHAK PENGEMBANG RUKO DALAM PERJANJIAN BANGUN BAGI

JOFI ANDRAKI - A1012131124

Abstract


Perjanjian bangun bagi merupakan perjanjian yang lahir dari kebiasaan masyarakat dalam bekerja sama dalam upaya pemenuhan kebutuhan hidupnya. Fenomena perjanjian bangun bagi ini berkembang dalam masyarakat sebagai akibat adanya kebiasaan dalam masyarakat melakukan kegiatan bagi hasil. Perjanjian bagi hasil ini timbul dari adanya keinginan dua pihak atau lebih saling bekerja sama untuk suatu kegiatan usaha yang kemudian hasil usahanya dibagi sesuai dengan kesepakatan antara para pihak yang terlibat dalam perjanjian.

Metode Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode yuridis normatif. Penelitian normatif yaitu penelitian yang dilakukan dengan cara meneliti bahan pustaka atatu data sekunder. Sedangakan pendekatan secara yuridis normatif yaitu pendekatan yang menyatakan bahwa hukum adalah identik dengan norma-norma tertulis yang dibuat dan diundangkan oleh lembaga-emabag atau pejabat yang berwenang.Selain itu konsep ini juga memandang hukum sebagai system normatif yang bersifat otonom, tertutup dan terlepas dari kehidupan masyarakat. Penelitian hukum ini terdiri dari :

  1. Penelitian terhadap asas-asas hukum
  2. Penelitian terhadap sistematika hukum
  3. Penelitian terhadap taraf sinkronisasi hukum
  4. Peenelitian sejarah hukum
  5. Penelitian perbandingan hukum
  6. Penelitian terhadap identifikasi hukum, dan
  7. Penelitian terhadap efektivitas hukum.

Berdasarkan hasil penelitian dapat dipahami bahwa :

  1. Kedudukan notaris dalam pembuatan perjanjian bangun bagi haruslah menjelaskan isi perjanjian tersebut dengan detail kepada pihak-pihak yang terkait dalam perjanjian bangun bagi, yaitu secara adil  tentang untung dan rugi maupun resiko dari perjanjian bangun bagi,
  2. Notaris berkewajiban menjelaskan kepada pihak-pihak yang terkait dalam perjanjian bangun bagi secara jujur, saksama, mandiri, tidak berpihak, dan menjaga kepentingan pihak yang terkait tentang untung dan rugi maupun resiko dari perjanjian bangun bagi,
  3. Notaris dalam penyelesaian sengketa perjanjian bangun bagi berperan sebagai saksi ahli dipersidangan yang menerangkan tentang apa yang saksi ketahui menurut keahlian saksi.

 

Kata Kunci  : Perjanjian, Perlindungan Hukum Internet Banking, UU ITE.

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Powered By : Team Journal - Faculty of Law - Tanjungpura University 2013