PELAKSANAAN PERJANJIAN PEMBIAYAAN KONSUMEN DALAM PEMBELIAN KENDARAAN BERMOTOR RODA DUA PADA PT. CENTRAL SENTOSA FINANCE

HERMAN - A11112137

Abstract


Suatu hubungan hukum dapat timbul dari adanya suatu perikatan yang lahir dari perjanjian sehingga masing-masing pihak yang terkait didalamnya memiliki hak dan kewajiban sebagai sebuah akibat dari hubungan hukum yang timbul dari perjanjian tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan hukum yang terjalin antara PT. Centra Santosa Finanace (CSF) Cabang Pontianak dengan pihak konsumen atau debitur pada sebuah perjanjian pembiayaan konsumen dalam pembelian kendaraan bermotor roda dua.  Penelitian ini menggunakan metode empiris dengan pendekatan deskriptif analisis yakni suatu metode penelitian yang melakukan pemecahan masalah dengan cara menggambarkan / melukiskan keadaan subjek/objek penelitian pada saat sekarang berdasarkan fakta yang ada sebagaimana adanya. PT. Centra Santosa Finanace (CSF) Cabang Pontianak adalah salah satu lembaga pembiayaan non-bank yang beroperasional melakukan penalangan dana terhadap konsumen dalam pembelian kendaraan bermotor roda dua. Dalam kegiatan operasionalnya terdapat hubungan hukum keperdataan yang terjalin yakni perjanjian antara PT. Centra Santosa Finanace (CSF) Cabang Pontianak dengan konsumen atau debitur. Perjanjian pembiayaan konsumen dilakukan secara tertulis melalui sebuah kontrak yang telah di bakukan / standar kontrak yang dibuat secara sepihak, meskipun demikian bukan berarti tidak ada kesepakatan antara kedua belah pihak dalam melakukan perjanjian tersebut, kesepakatan yang terjalin antara kedua belah pihak adalah apabila pihak konsumen tanpa paksaan menandatangai isi dari perjanjian sehingga terjalinlah suatu hubungan hukum perjanjian pembiayaan konsumen.  Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan penulis, dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan perjanjian pembiayaan konsumen antara Centra Santosa Finanace (CSF) Cabang Pontianak dengan debitur atau konsumen belum dilaksanakan sebagaimana isi dari perjanjian pembiayaan konsumen tersebut, sehingga terdapat perbuatan ingkar janji dari salah satu pihak yakni pihak debitur atau konsumen.  Adapun penyebab dari wanprestasi yang dilakukan oleh pihak konsumen adalah kendaraan roda dua telah dipindah tangankan kepada pihak ketiga tanpa sepengetahuan pihak PT. Centra Santosa Finanace (CSF) Cabang Pontianak, kemudian faktor lain adalah uang ansuran telah dipergunakan untuk keperluan lain, dan lupa tanggal jatuh tempo pembayaran angsuran Akibat hukum yang timbul dari wanprestasi tersebut adalah pemenuhan prestasi kembali disertai dengan ganti kerugian dan pembatalan perjanjian disertai dengan ganti kerugian. Upaya yang dapat dilakukan oleh PT. Centra Santosa Finanace (CSF) Cabang Pontianak adalah dengan memberikan peringatan secara lisan, jika tidak diindahkan dilanjutkan dengan peringatan secara tertulis dan jika tidak diindahkan juga maka dilakukan penyitaan terhadap barang atau barang jaminan.  Saat ini banyak masyarakat yang memanfaatkan jasa dari lembaga pembiayaan dalam pembelian kendaraan bermotor secara kredit terutama kendaraan roda dua (motor) dikarenakan harga kendaraan bermotor yang relatif cukup tinggi jika dibeli secara tunai, dan banyak kebutuhan lain yang diperlukan masyarakat untuk melakukan transaksi secara tunai.  Perjanjian pembiayaan tidak terlepas dari aspek-aspek hukum yang mengikat antara konsumen dan perusahaan pembiayaan konsumen tersebut. Perjanjian ini dilaksanakan atas dasar asas kebebasan berkontrak. Perjanjian pembiayaan konsumen tidak diatur dalam KUHPerdata sehingga merupakan perjanjian tidak bernama, namun dalam Pasal 1338 KUHPerdata disebutkan bahwa “semua perjanjian yang dibuat secara sah, berlaku sebagai undang-undang bagi mereka yang membuatnya”, yang dimaksud dalam Pasal ini adalah seluruh perjanjian yang dibuat oleh masing-masing pihak adalah mengikat sebagaimana undang-undang yang ada. Salah satu lembaga pembiayaan konsumen yang ada di Kota Pontianak adalah PT. Central Santosa Finance (CSF) berlokasi di Jalan KH. Wahid Hasyim Pontianak Kota. PT. Central Santosa Finance (CSF) Cabang Pontianak adalah lembaga pembiayaan non-bank yang melaksanakan kegiatan usaha dibidang pembiayaan konsumen (consumer finance) yang berfokus pada pembiayaan pembelian kendaraan bermotor khususnya pada kendaraan roda dua (motor) berbagai merk diantaranya Honda dan Yamaha.  Bentuk kegiatan pembiayan oleh PT. Central Santosa Finance (CSF) Cabang Pontianak dilakukan dengan cara perjanjian pemberian kredit kepada konsumen yang akan dilunasi oleh konsumen secara bertahap atau dengan sistem mengangsur. Jangka waktu dari perjanjian pembiayaan yang dilakukan oleh PT. Central Santosa Finance (CSF) dengan konsumen pun beragam, dimulai dari jangka waktu 1 tahun atau 12 bulan hingga 5 tahun 60 bulan.  Perjanjian pembiayaan konsumen antara PT. Central Santosa Finance (CSF) Cabang Pontianak dengan konsumen dibuat secara tertulis dan telah dibakukan oleh PT. Central Santosa Finance (CSF) Cabang Pontianak yang disusun secara sepihak. Meskipun perjanjian telah dibakukan dan disusun secara sepihak, namun bukan berarti perjanjian pembiayaan konsumen tersebut tidak memenuhi unsur sepakat antara ke-dua belah pihak sebagaimana disebutkan dalam Pasal 1320 KUHPerdata bahwa syarat sahnya suatu perjanjian adalah “kesepakatan mereka yang mengikatkan diri”. Melainkan perjanjian tersebut bersifat take it or leave yang bermakna setujui perjanjian tersebut dan ambil, namun kalau tidak setuju tolak isi perjanjian tersebut maka perjanjian tidak dilaksanakan, jika menerima isi dari perjanjian tersebut maka dapat dikatakan telah terdapat kesepakatan antara kedua belah pihak.  Dalam suatu ikatan perjanjian masing-masing pihak memiliki hak dan kewajiban yang harus dilaksanakan demi terjalinya hubungan baik antara kedua belah pihak. Kewajiban dari pihak PT. Central Santosa Finance (CSF) Cabang Pontianak dalam hal ini adalah memberikan/membelikan sebuah kendaraan bermotor (roda dua) yang diinginkan oleh konsumen pada perusahan/distributor kendaraan bermotor sesuai dengan yang dikehendaki oleh konsumen. Selanjutnya atas kewajiban yang telah di berikan oleh pihak PT. Central Santosa Finance (CSF) Cabang Pontianak kepada konsumen. Pihak konsumen juga memiliki kewajiban yang harus dipenuhi yakni melakukan pembayaran uang DP (down payment) kemudian memberikan identitas pribadi kepada pihak perusahaan kemudian selanjutnya melakukan pembayaran sisa hutang secara berkala/kredit dengan jangka waktu yang telah disepakati atas kendaraan bermotor (roda dua) yang telah diserahkan kepada pihak PT. Central Santosa Finance (CSF) Cabang Pontianak. Besaran angsuran/pembayaran oleh konsumen disesuaikan berdasarkan pinjaman pokok disertai dengan beban bunga dan biaya administrasi yang dikeluarkan oleh PT. Central Santosa Finance (CSF) Cabang Pontianak. Perjanjian pembiayaan konsumen kendaraan bermotor pada PT. Central Santosa Finance (CSF) Cabang Pontianak merupakan perjanjian utang piutang antara PT. Central Santosa Finance (CSF) Cabang Pontianak dengan konsumen dengan cara penyerahan barang secara fidusia dalam arti penyerahan barang (kendaraan roda dua) tersebut dilakukan oleh PT. Central Santosa Finance (CSF) Cabang Pontianak kepada konsumen berdasarkan atas kepercayaan namun berkekuatan hukum serta adanya pertanggungjawaban penyelesaian kredit, apabila terjadi masalah dikemudian hari. Perjanjian yang dimaksud dengan fidusia dalam hal ini merupakan perjanjian accessoir atau tambahan dari perjanjian pokoknya yaitu hutang piutang, namun hanya pada penyerahan barangnya saja yang dilakukan secara fidusia atau secara kepercayaan namun tidak dicatatkan atau didaftarkan kedalam kantor pendaftaran fidusia.  Pelaksanaan perjanjian pembiayaan konsumen tidak terlepas dari beberapa masalah dan hambatan yang menyertainya, maka diperlukan prinsip kehati-hatian dalam memberikan bantuan pembiayaan terhadap konsumen. Dalam kedudukannya sebagai kreditur PT. Central Santosa Finance (CSF) Cabang Pontianak mempunyai hak atas kewajiban debitur yakni pembayaran angsuran pembelian kendaraan bermotor yang dibiayai oleh pihak kreditur. Sedangkan kedudukan debitur atau konsumen mempunyai kewajiban untuk membayar angsuran atau cicilan yang telah ditentukan, namun seringkali ketentuan-ketentuan atau aturan yang telah dibuat dan disepakati oleh kedua belah pihak dalam prakteknya tidak memenuhi dan tidak sesuai dengan isi perjanjian tersebut, baik hal tersebut disengaja karena kelalaian masing-masing pihak.  Dalam prakteknya sering terjadi perbuatan wanprestasi yang dilakukan oleh pihak konsumen kepada pihak PT. Central Santosa Finance (CSF) Cabang Pontianak yakni konsumen tidak melaksanakan sepenuhnya kewajibannya, melaksanakan kewajibannya namun terlambat dan melaksanakan kewajibannya namun tidak sesuai dengan apa yang diperjanjikan dalam perjanjian pembiayaan konsumen.  Perjanjian pembiayaan konsumen antara kreditur dan debitur dalam hal ini PT. Central Santosa Finance (CSF) Cabang Pontianak dengan konsumennya merupakan suatu hubungan perikatan yang lahir dari suatu perjanjian. Suatu perikatan adalah suatu hubungan hukum yang diatur dalam KUHPerdata pada buku ke-III Bab II tentang perikatan yang lahir dari kontrak atau perjanjian, sehingga kewajiban dari masing-masing pihak harus dilaksanakan agar tidak dikatakan melanggar hukum

 

Kata Kunci     : Pembiayaan Konsumen


Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Powered By : Team Journal - Faculty of Law - Tanjungpura University 2013