ANALISIS YURIDIS PERLINDUNGAN ANAK AKIBAT PERCERAIAN DARI PERKAWINAN BEDA AGAMA

CHRISTIYANTI SIMANJUNTAK - A11110020

Abstract


Adapun  Judul  dalam  Skripsi  ini  adalah  :  Analisis  Yuridis  Perlindungan Anak Akibat Perceraian Dari Perkawinan Beda Agama. Rumusan Masalah yakni Bagaimanakah perlindungan hukum anak akibat perceraian dari perkawinan beda agama  ?.  Tujuan  Skripsi  ini  sebagai  berikut  :  Untuk  mendapatkan  data  dan informasi  tentang  analisis  yuridis  perlindungan  anak  akibat  perceraian  dari perkawinan beda agama dan untuk mengetahui dan menganalisis terhadap akibat hukum anak akibat perceraian dari perkawinan beda agama. Perkawinan  antar  agama  yang  terjadi  dalam  kehidupan  masyarakat, seharusnya  tidak  terjadi  jika  dalam  hal  ini  negara  atau  pemerintah  secara  tegas melarangnya  dan  menghilangkan  sikap  mendua  dalam  mengatur  dan melaksanakan  suatu  perkawinan  bagi  rakyatnya.  Sikap  ambivalensi  pemerintah dalam perkawinan beda agama ini terlihat dalam praktek bila tidak dapat diterima oleh  Kantor  Urusan  Agama,  dapat  dilakukan  di  Kantor  Catatan  Sipil  dan menganggap sah perkawinan berbeda agama yang dilakukan di luar negeri. Dari kenyataan  yang  terjadi  di  dalam  masyarakat  terhadap  perkawinan  beda  agama, menurut aturan perundang - undangan itu sebenarnya tidak dikehendaki. Mengenai  analisis  yuridis  perlindungan  anak  akibat  perceraian  dari perkawinan  beda  agama  yakni  adanya  perceraian  beda  agama  berdampak  pada anak  yang  dilahirkan  misalnya  kalau  ditelantarkan  padahal  ada  pasal  yang mengatur bahwa orang tua wajib memberi nafkah sesuai UU No 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak yaitu anak berhak mendapatkan kehidupan yang layak sebagaimana setiap anak berhak untuk mendapatkan hidup, tumbuh, berkembang, dan berpartisipasi secara wajar. Selanjutnya,  mengenai  akibat  hukum  anak  akibat  perceraian  dari perkawinan  beda  agama  kedudukan  anak  dengan  ikatan  perkawinan  yang  sah akan membawa akibat hukum yang sah pula, termasuk anak-anak yang dilahirkan. Maka  jika  dikaitkan  dengan  perkawinan  beda  agama  maka  perkawinan  beda agama tidak sah menurut undang-undang perkawinan sehingga membawa akibat juga  terhadap  anka-anak  yang  dilahirkan.  Anak-anak  yang  dilahirkan  dalam perkawinan  beda agama adalah anak tidak  sah karena perkawinan orang tuanya bukan perkawinan yang sah. Sehingga anak tersebut tidak mempunyai hubungan hukum  dengan  ayahnya  melainkan  hanya  dengan  ibu  dan  keluarga  ibunya  saja. Hal  ini  juga  terkait  masalah  kewarisan  dimana  si  anak  tidak  mendapatkan  hak mewaris dari ayahnya tetapi hanya dengan ibunya saja   Kata Kunci : Perkawinan beda agama, Perceraian, Perlindungan anak

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Powered By : Team Journal - Faculty of Law - Tanjungpura University 2013