PELAKSANAAN PERJANJIAN JUAL BELI AIR MINUM KEMASAN ANTARA PENGUSAHA TOKO LINGGA JAYA DENGAN PEMBELI WARUNG KOPI DI JALAN GAJAHMADA KOTA PONTIANAK

EGGY RAMADHA ANGGRAENI - A1011131167

Abstract


Sebagaimana halnya pengaturan perjanjian pada umumnya, demikian pula pada perjanjian jual beli air minum kemasan telah terjadi pada saat tercapainya kata sepakat di antara para pihak yang mengadakan perjanjian. Perjanjian jual beli air minum kemasan tentunya dibuat secara sah telah memenuhi ketentuan Pasal 1320 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata berlaku sebagai Undang-Undang bagi mereka yang membuatnya, kedua belah pihak terikat untuk melaksanakan perjanjian dan juga memenuhi ketentuan dalam Pasal 1457 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata bahwa dalam jual beli terdapat penyerahan kebendaan dan disertai pembayaran harga dari benda yang diperjanjikan Yang menjadi rumusan masalah adalah “Apakah Pembeli Warung Kopi Di Jalan Gajahmada Sudah Melaksanakan Perjanjian Jual Beli Air Minum Kemasan Pada Pengusaha Toko Lingga Jaya Sesuai Dengan Perjanjian?” penelitian ini dilakukan dengan metode penelitian empiris dan jenis pendekatan secara deskriptif analisis yaitu meneliti dengan mengungkapkan fakta secara obyektif sebagaimana didapat di lapangan pada saat penelitian. Bahwa pihak pembeli warung kopi di jalan Gajahmada Kota Pontianak belum bertanggung jawab sepenuhnya pada pengusaha toko Lingga Jaya selaku penjual air minum kemasan khususnya mengenai keterlambatan pembayaran pembelian air minum kemasan di kota Pontianak. Adapun faktor yang menyebabkan pihak pembeli warung kopi di jalan gajahmada Kota Pontianak belum bertanggungjawab sepenuhnya dalam hal keterlambatan pembayaran air minum kemasan dikarenakan dikarenakan terdapat pengeluaran yang mendeseak atau mendadak sehingga dana yang tadinya akan diperuntukan untuk pembayaran air minum kemasan tidak mencukupi, maupun dikarenakan faktor kealpaan dari pembeli maupun terjadi kesalahpahaman antara pegusaha toko Lingga Jaya dengan pembeli warung kopi di jalan Gajahmada Kota Pontianak Adapun upaya yang dapat dilakukan oleh pengusaha toko Lingga Jaya dalam menghadapi keterlambatan pembayaran air minum kemasan yang dilakukan leh pihak pembeli warung kopi di Jalan Gajahmada Kota Pontianak  adalah menyelesaikan secara kekeluargaan dan atau menuntut ganti rugi yang sesuai kepada pembeli warung kopi di Jalan Gajahmada Kota Pontianak yang melakukan wanprestasi khususnya dalam hal keterlambatan pembayaran. Akan tetapi, pengusaha toko Lingga Jaya belum pernah melakukan upaya hukum berupa gugatan ke Pengadilan Negeri, karena penyelesaian keterlambatan yang dilakukan oleh pembeli warung kopi di Jalan Gajahmada Kota Pontianak selalu diselesaikan secara kekeluargaan Air merupakan komponen yang sangat penting di dalam kehidupan manusia, mayoritas aktifitas yang dilakukan oleh manusia tidak luput dari air, baik untuk keperluan rumah tangga maupun untuk dikonsumsi. Dengan semakin bertambahnya jumlah penduduk yang ada di Indonesia, maka hal tersebut tentunya akan selaras dengan kebutuhan akan air yang layak untuk dikonsumsi maupun dipergunakan. Guna memenuhi kebutuhan masyarakat akan kebutuhan air yang layak konsumsi, maka salah satu toko yang ada di Kota Pontianak adalah Toko Lingga Jaya yang menjual beberapa jenis kebutuhan pokok masyarakat pada umumnya serta menjual air minum kemasan yang siap dipergunakan maupun dikonsumsi oleh masyarakat, khususnya masyarakat Pontianak. Beralamat di Jalan Gajahmada nomor 28 Kota Pontianak, toko Lingga Jaya sudah berdiri sejak Juli 2010.  Mengenai jenis air minum kemasan yang di jual oleh pihak pengusaha toko Lingga Jaya, pilihannya sangat beragam mulai dari merek Aqua dengan ukuran gelas 240 ml, satu dus berisi 48 gelas yang dijual dengan harga Rp.26.500 (dua puluh enam ribu lima ratus rupiah), ada juga merek Aqua yang dikemas dalam botol berukuran 600 ml, perdusnya berisi 24 botol yang dijual dengan harga Rp.40.000 (empat puluh ribu rupiah), kemudian air minum dengan merek Nestle dalam kemasan botol 600 ml yang setiap dusnya berisi 24 botol yang dijual dengan harga Rp.54.000 (lima puluh empat ribu rupiah) serta merek minuman Passy yang dikemas dalam ukuran gelas 240 ml, per dusnya berisi 48 gelas dan dijual dengan harga Rp.24.000 (dua puluh empat ribu rupiah).  Salah satu pembeli yang membeli air minum kemasan yang dijual di toko Lingga Jaya adalah pengusaha warung kopi di Jalan Gajahmada Kota Pontianak, Adapun jumlah pembelian air minum kemasan yang dibeli oleh pengusaha Warung Kopi di Jalan Gajahmada Kota Pontianak berkisar antara 10 (sepuluh) dus air minum kemasan perbulannya, adapun rincian pembelian yang dibeli oleh pengusaha Warung Kopi Terang Bulan adalah 2 dus untuk air minum Aqua gelas 240 ml, 3 dus Aqua botol 600ml, 1 dus passy gelas 240 ml dan 4 dus Nestle botol 600 ml.  Perjanjian jual beli air minum kemasan yang dilakukan oleh pengusaha toko Lingga Jaya dengan pembeli Warung Kopi di jalan Gajahmada Kota Pontianak dilakukan dalam bentuk perjanjian secara lisan atau tidak tertulis yaitu dengan cara pembeli Warung Kopi di jalan Gajahmada Kota Pontianak membeli air minum kemasan yang hendak dibeli kepada pengusaha toko Lingga Jaya dan kemudian pengusaha toko Lingga Jaya mengirimkan air minum kemasan yang dibeli oleh pembeli Warung Kopi di jalan Gajahmada Kota Pontianak. Mengenai cara pembayarannya, pengusaha  toko Lingga Jaya menerima pembayaran dengan cara pembayaran uang muka terlebih dahulu sebesar 50% dari keseluruhan harga pembelian dan akan dilunasi paling lambat 1 (satu) bulan setelah air minum kemasan tersebut diterima oleh pembeli Warung Kopi di jalan Gajahmada Kota Pontianak. Dalam hal ini kedua belah pihak yaitu pihak pengusaha toko Lingga Jaya sebagai pihak penjual dan Warung Kopi di jalan Gajahmada Kota Pontianak sebagai pembeli dalam melaksanakan perjanjian jual beli air minum kemasan telah menimbulkan hak dan kewajiban bagi kedua belah pihak. Hak dari pembeli adalah menerima air minum kemasan telah dibeli sesuai dengan yang diperjanjikan dan kewajiban pembeli adalah membayar keseluruhan biaya yang timbul kepada pengusaha toko Lingga Jaya, sedangkan hak pengusaha toko Lingga Jaya adalah menerima pembayaran dari pembeli Warung Kopi di jalan Gajahmada Kota Pontianak yang telah membeli air minum kemasan. Namun dalam pelaksanaannya, perjanjian jual beli air minum kemasan yang dilakukan antara pengusaha toko Lingga Jaya dengan pembeli Warung Kopi di jalan Gajahmada Kota Pontianak masih belum terlaksana sesuai dengan kesepakatan bersama antara pengusaha toko Lingga Jaya dengan pembeli Warung Kopi di Jalan Gajahmada Kota Pontianak. Salah satunya adalah pembeli Warung Kopi di jalan Gajahmada Kota Pontianak terlambat membayar pada pengusaha toko Lingga Jaya sesuai jangka waktu yang telah disepakati yaitu lebih dari 1 (satu) bulan lamanya namun dalam pelaksanaanya pelunasan pembayaran baru dilakukan 3 (tiga) hingga 4 (empat) bulan kemudian. Sebagaimana diketahui keterlambatan pembayaran air minum kemasan yang dibeli oleh pembeli Warung Kopi di jalan Gajahmada Kota Pontianak kepada Pegusaha toko Lingga Jaya tentunya menimbulkan kerugian bagi pengusaha toko Lingga Jaya. Oleh karena itu pembeli Warung Kopi di jalan Gajahmada Kota Pontianak hendaknya bertanggung jawab atas keterlambatan pembayaran yang dilakukan serta pengusaha toko Lingga Jaya dapat meminta ganti rugi yang sesuai kepada pembeli Warung Kopi di jalan Gajahmada Kota Pontianak

 

Kata Kunci: Perjanjian Jual Beli, Tanggung Jawab, Wanprestasi.


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Powered By : Team Journal - Faculty of Law - Tanjungpura University 2013