EVALUASI KEBERADAAN TENAGA KEFARMASIAN DI PUSKESMAS WILAYAH KOTA PONTIANAK

Krianus Aspian .

Abstract


Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia (Permenkes RI) Nomor 74
Tahun 2016 Pasal 4 (empat) mewajibkan adanya tenaga kefarmasian meliputi Apoteker
dan Tenaga Teknis Kefarmasian (TTK) di fasilitas kesehatan seperti Puskesmas untuk
melaksanakan pelayanan kefarmasian. Pelayanan kefarmasian di Puskesmas meliputi
pengelolaan sediaan farmasi dan bahan medis habis pakai (BMHP) serta pelayanan
farmasi klinis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah tenaga kefarmasian di
Puskesmas wilayah Kota Pontianak. Penelitian ini bersifat non eksperimental dengan
rancangan penelitian cross-sectional. Metode penelitian berupa survei deskriptif.
Pengumpulan data dilakukan secara prospektif melalui lembar kuesioner berisi butir
pertanyaan yang sudah divalidasi. Lokasi penelitian adalah seluruh Puskesmas di
wilayah Kota Pontianak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada 22 Puskesmas yang
bersedia menjadi tempat pengumpulan data. Total tenaga kefarmasian yang terlibat
sebanyak 6 Apoteker, 13 Tenaga Teknis Kefarmasian dan 3 Asisten Tenaga
Kefarmasian. Hanya 6 dari 22 Puskesmas yang memiliki Apoteker, 16 lainnya belum.
Ada 1 Puskesmas memiliki 2 Apoteker sehingga total Apoteker di Puskesmas wilayah
Kota Pontianak sebanyak 7 orang. Kesimpulan penelitian ini adalah belum semua
Puskesmas di wilayah Kota Pontianak memiliki Apoteker. Diharapkan ke depannya
setiap Puskesmas di Kota Pontianak bisa memiliki setidaknya 1 tenaga Apoteker.

Kata kunci :Tenaga Kefarmasian, Apoteker, Puskesmas, Pontianak


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.