OPTIMASI FORMULA SABUN CAIR ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL DAUN SIRIH MERAH (Piper crocatum Ruiz & Pav.) DENGAN VARIASI KONSENTRASI VIRGIN COCONUT OIL (VCO) DAN KALIUM HIDROKSIDA (KOH)

Windy Tri Agusta .

Abstract


Penggunaan sabun cair merupakan salah satu cara untuk melindungi kulit dari infeksi bakteri dan mencegah penyakit infeksi kulit. Sirih merah (Piper crocatum Ruiz & Pav) merupakan tanaman yang telah banyak diteliti memiliki aktivitas antibakteri. Sabun cair merupakan pembersih yang dibuat dengan reaksi kimia antara kalium dengan asam lemak dari minyak nabati atau lemak hewani. Kesempurnaan reaksi antara asam lemak dan alkali merupakan parameter penting dalam menghasilkan sabun cair yang berkualitas. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui komposisi optimum virgin coconut oil (VCO) dan Kalium Hidroksida (KOH) menggunakan metode desain faktorial dan sifat fisikokimia sabun cair yang dihasilkannya. Ekstraksi daun sirih merah dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 80%. Hasil pengujian aktivitas antibakteri ekstrak menunjukkan bahwa konsentrasi optimumnya adalah 5%. Sabun yang diformulasikan dengan variasi VCO dan KOH memiliki rentang rentang pH 8,6-10,8; bobot jenis 1,012-1,037g/mL; viskositas 0,3-1,4dPas; dan alkali bebas 0,1-0,2%. Konsentrasi VCO dan KOH formula optium hasil prediksi Desain Faktorial adalah 3 gram VCO dan 4 gram KOH. Sabun formula optimum yang diuji memiliki nilai pH sebesar 10,700; bobot jenis sebesar 1,032 g/mL; viskositas sebesar 1,233 dPas; dan kandungan alkali bebas sebesar 0,183%. Hasil uji beda menunjukkan bahwa sifat fisikokimia hasil pengujian tidak berbeda sinifikan dengan hasil prediksi desain faktorial (p>0,05). Aktivitas antibakteri formula optimum juga tidak berbeda signifikan dengan kontrol positif (p>0,05).


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.