PENATAAN KAWASAN PASAR TRADISIONAL KENANGA-ANGGREK

Zahrul Basimah

Abstract


Pasar tradisional berperan penting sebagai sarana pemenuhan kebutuhan hidup sehari-hari manusia. Salah satu pasar tradisional yang ada di Kota Pontianak ialah Pasar Tradisional Kenanga-Anggrek. Pasar ini berlokasi di Kelurahan Tambelan Sampit dan Kelurahan Dalam Bugis, Kecamatan Pontianak Timur. Lokasi pasar ini sangat strategis karena berada di tepi Sungai Kapuas Kecil dan di sekitar bangunan cagar budaya yaitu Masjid Jami' Sultan Syarif Abdurrahman dan Kompleks Keraton Kadriyah. Namun, kegiatan di pasar ini mengganggu kegiatan di kedua bangunan cagar budaya serta mencemari sungai. Oleh karena itu, pasar ini membutuhkan penataan yang dapat menanggapi sungai serta bangunan cagar budaya di sekitarnya. Metode yang ditempuh dalam proses penataan ialah mengumpulkan data melalui proses survey, wawancara serta studi literatur. Selain itu, dilakukan juga proses analisis potensi dan permasalahan terkait dengan kondisi internal dan eksternal pasar. Sehingga dihasilkan konsep programatik, skematik dan rancangan yang difokuskan pada konsep sinergi antara pasar, bangunan cagar budaya dan sungai. Konsep sinergi bertujuan agar bangunan pasar dapat menunjang fungsi wisata air dan budaya, namun tetap menjaga hierarki kedua bangunan cagar budaya. Konsep tersebut diaplikasikan pada gubahan bentuk bangunan pasar yang tidak melebihi ketinggian kedua bangunan cagar budaya. Diharapkan konsep tersebut dapat diaplikasikan pada penataan Kawasan Pasar Tradisional Kenanga-Anggrek di masa mendatang.

 

 

Kata Kunci: Penataan, Kawasan, Pasar Tradisional Kenanga-Anggrek, Sinergi, Bangunan Cagar Budaya, Sungai


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.