RUMAH TINGGAL BAGI PENYANDANG DISABILITAS PASCA STROKE STUDI KASUS : RUMAH TINGGAL HJ. SARINAH

Rotua Kezia Septyera Pasaribu

Abstract


ABSTRAK

Stroke adalah kehilangan fungsi otak yang disebabkan oleh terhentinya aliran darah ke area otak. Dampak yang sering dialami oleh insan pasca stroke meliputi keterbatasan fisik, psikologis, dan kurangnya interaksi sosial dan lingkungan akibat menurunnya rasa kepercayaan diri. Keterbatasan fisik yang dialami setiap insan pasca stroke yang berbeda-beda menyebabkan program pemulihan yang harus mereka jalani juga berbeda-beda. Hj. Sarinah merupakan subjek kasus yang diangkat, seorang insan pasca stroke yang mengalami stroke iskemik dan mengalami hemiparesis pada bagian tubuh sebelah kiri. Beliau merupakan sosok yang masih aktif dalam berbagai kegiatan hobi di rumah maupun bersosialisasi dengan masyarakat di lingkungan tempat tinggalnya. Rumah menjadi suatu elemen yang begitu lekat dalam kegiatan beliau sehingga setiap bagian rumah perlu memperhatikan fungsi dan kesinambungan beliau dalam berkegiatan. Therapeutic Environment merupakan suatu lingkungan yang kompak dan memenuhi kebutuhan pasien dalam membantu proses terapi pemulihan. Penerapan model lingkungan terapi berpengaruh langsung terhadap proses pemulihan dari kondisi pasca stroke yang dialami dan terhadap kemudahan keluarga dalam merawat dan berinteraksi dengan insan pasca stroke. Lingkungan terapi diwujudkan dengan zonasi ruang yang kompak, sistem pencahayaan dan penghawaan yang mendukung kesehatan, elemen interior sebagai alat bantu berjalan, dan ruang-ruang dengan fungsi yang mendukung hobi dan pengembangan diri serta potensi insan pasca stroke.

Kata kunci : rumah tinggal, insan pasca stroke , lingkungan terapi


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.