PUSAT PENGEMBANGAN BAKAT PENYANDANG DOWN SYNDROME DI PONTIANAK

Friska Johana Benedict Tampubolon

Abstract


Di Kota Pontianak tersedia lembaga yang menyediakan wadah belajar-mengajar bagi penyandang berkebutuhan khusus termasuk penyandang down syndrome berupa Sekolah Luar Biasa yang berfokus pada pendidikan formal. Pusat pengembangan bakat untuk penyandang down syndrome di Pontianak bertujuan untuk mengajak masyarakat mengenali, mengakui dan mengapresiasi potensi atau bakat penyandang down syndrome. Proses belajar menyesuaikan dengan bakat yang ditunjukkan oleh penyandang down syndrome. Pengenalan bakat dapat dimulai dari teori sembilan kecerdasan majemuk. Metode perancangan dilakukan dengan mereview buku, jurnal, ulasan, dan wawancara psikolog mengenai perilaku penyandang down syndrome dan kecerdasan majemuk. Perencanaan dan perancangan pusat pengembangan bakat penyandang down syndrome berfokus pada bentuk, ruang dan susunan dengan pertimbangan faktor keselamatan, interaktif, dan fleksibel. Permainan bentuk massive namun tidak terkesan tertutup, penyusunan ruang terbagi secara jelas dan interior disusun sedemikian rupa untuk keamanan, permainan warna dan gambar pada tiap kelas agar interaktif dan tersedianya ruang yang dapat dinikmati bersama agar fleksibel. Penerapan struktur pada bentuk kolom yang bulat dan elevasi lantai yang rendah. Dalam penerapan utilitas dan fisika bangunan berupa material lantai yang tidak licin dan mudah dibersihkan, material dinding dan plafon kedap suara. Interior yang menggunakan warna cerah tapi tidak mencolok serta memaksimalkan pencahayaan dan penghawaan alami.

 

Kata kunci: Perancangan, Down syndrome, Bakat


Full Text:

PDF PDF

References


Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Pontianak. 2013. Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Pontianak 2013-2033. Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Pontianak. Pontianak

Cahyani, L. A. 2017. Efektivitas Pembelajaran Bina Diri berdasarkan Metode TEACCH (Treatment Education of Autistic and Related Comunication and Handicapped Childern) Terhadap Peningkatan Kemampuan Menggosok Gigi Siswa Autis di Sekolah Khusus Autis Dian Amanah. Jurnal Skripsi, 26-31. Universitas Negeri Yogyakarta. Yogyakarta

Farida, I. M. 2015. Cara Pembelajaran Anak Down Syndrome di kelas B1 TK Luar Biasa C Dharma Asih. Jurnal Pendidikan Anak FKIP, 9-10. Universitas Tanjungpura. Pontianak

Febriany, Florensia. 2018. Perancangan Interior Creative Center untuk Anak Down syndrome di Surabaya. JURNAL INTRA, 588-589, Universitas Kristen Petra. Surabaya

Mangunsong, F. 2011. Psikologi dan Pendidikan Anak Luar Biasa Jilid ke-2. Lembaga Pengembangan Sarana Pengukuran dan Pendidikan Psikologi (LPSP3) UI. Depok

Musfiroh, Tadkiroatun. 2014. Pengembangan Kecerdasan Majemuk. Universitas Terbuka. Jakarta

Sari, N. K. 2017. Pembelajaran Mewarnai Anak Down syndrome Kelas V Sekolah Luar Biasa Negeri 1 Yogyakarta. Jurnal Skripsi Universitas Negeri Yogyakarta. Yogyakarta

Sekretariat Negara Republik Indonesia. 1997. Undang-undang No. 4 Tahun 1997 pasal 6 poin 6 tentang penyandang Disabilitas. Sekretariat Negara Republik Indonesia. Jakarta

Soedjatmiko, F. H. 2007. Pemantauan Tumbuh Kembang Anak dengan Sindrom Down. Jurnal Ilmu Kesehatan Anak FKUI, 185. Depaertemen Ilmu Kesehatan Anak FKUI-RSCM. Jakarta


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.