RESTORAN MELAYU PONTIANAK

Rizki Amanda Sari

Abstract


Makanan adalah kebutuhan utama untuk bertahan hidup. Makanan memiliki banyak variasi, baik dari segi komposisi nutrisi, rasa, teknik pembuatan, penyajian dan cara menikmatinya. Indonesia adalah negara besar yang terdiri dari ribuan pulau, suku bangsa dan budaya. Setiap daerah memiliki makanan khasnya masing-masing, termasuk Kota Pontianak yang berada di Provinsi Kalimantan Barat. Pada kota ini hidup berbagai macam suku, seperti Dayak, Madura, Jawa, Bugis, dan lain-lain, serta suku Melayu yang menjadi mayoritas disana. Melihat kondisi ini diperlukannya tempat yang berfokus pada pelestarian makanan khas Melayu dalam bentuk bangunan yang menyediakan tempat makan khusus yaitu Restoran Melayu Pontianak. Lokasi Restoran Melayu ini rencananya berada di tepi Sungai Kapuas di Jalan Imam Bonjol, Kecamatan Pontianak Selatan, yang merupakan kawasan strategis yang berada di pusat kota Pontianak dan berhadapan langsung dengan Sungai Kapuas. Konsep bangunan Restoran Melayu ini mengacu pada konsep Rumah Adat Tradisional Melayu dan Istana Kadariah, yang secara umum berbentuk simetris, memiliki pagar disekelilingnya, teras yang lebar, lantai dan dinding berbahan kayu, serta memiliki banyak jendela dan ventilasi sebagai sarana sirkulasi udara yang optimal. Setiap ruangan memiliki dua areamakan yang berbeda, yaitu area meja-kursi dan Saprahan (makan dengan duduk bersila di atas lantai). 

 

Kata kunci: Restoran, Rumah Adat Melayu, Makanan Khas


Full Text:

PDF PDF

References


Aditama,Andri Prasetia. 2011.Jogja Resto dan Galeri Seni Lukis di Yogyakarta. Program Sarjana S-1 Teknik,Program Studi Arsitektur Universitas Atma Jaya. Yogyakarta

Ahyat, Ita Syamtasiyah. 2012. Dinamika dan Pengaruh Budaya Melayu di Kalimantan Barat. Departemen Sejarah, Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya, Universitas Indonesia. Depok

BadanPusat Statistik Kota Pontianak.2003.Kota Pontianak Dalam Angka. Badan Pusat Statistik. Kota Pontianak

Badan Pusat Statistik Kota Pontianak.2014.Kota Pontianak Dalam Angka. Badan Pusat Statistik. KalimantanBarat. Pontianak

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 2003. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1098/MMENKES/SK/VII/2003 tentang Persyaratan Hygiene Sanitasi Rumah Makan Dan Restoran. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Jakarta

Neufert, Ernest.2002. Data Arsitek Jilid 2 Ed.33.Erlangga. Jakarta

Soekresno. 2000. Management Food and Beverage, Service Hotel. PT Gramedian Pustaka. Jakarta

Wiwoho, Ardjuno. 2008. Pengetahuan Tata Hidang Teori dan Praktik. Erlangga. Jakarta

Yusriadi. 2002. Fenomena Masuk Islam di Pedalaman Kalimantan Barat: Menyusuri Etimologi Lubuk Melayu. Khatulistiwa Journal of Islamic Studies. Vol.1 No.2 Maret 2002.Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN). Pontianak


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.