UJI FLUKS MEMBRAN POLISULFON/POLIETILEN GLIKOL/SELULOSA ASETAT DARI NATA DE COCO

Ardita Rusmaningsih, Intan Syahbanu, Lia Destiarti

Abstract


Membran merupakan salah satu material yang mulai dikembangkan karena kemampuannya dalam proses pemisahan (filtrasi). Salah satu material membran ultrafiltrasi yaitu polisulfon (PSf) dan Selulosa Asetat (CA). Membran PSf bersifat hidrofobik dan sifat mekanik yang baik, namun rentan terhadap fouling sedangkan membran CA bersifat hidrofilik dan tahan terhadap fouling, namun memiliki sifat mekanik yang rendah. Sifat mekanik yang rendah pada membran CA dan masalah fouling  pada membran PSf dapat diperbaiki dengan mencampurkan (blend) PSf dan CA. Selulosa asetat dalam penelitian ini dihasilkan dari sintesis nata de coco. Oleh sebab itu, penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan karakteristik nata de coco (selulosa) dan selulosa asetat hasil sintesis serta menentukan pengaruh penambahan selulosa asetat terhadap fluks air, dan morfologi membran. Blend polimer yang digunakan pada pembuatan membran ini terdiri dari polisulfon (PSf), Selulosa asetat (CA), polietilen glikol 400 (PEG400) dan N-metil pirolidon (NMP). Membran PSf/PEG/CA dibuat dengan cara inversi fasa.  Membran yang dihasilkan dikarakterisasi dan kinerja membran ditentukan menggunakan fluks air. CA berhasil disintesis dengan metode asetilasi. Spektrum FTIR menunjukkan karakteristik puncak serapan nata de coco (selulosa) yaitu pada 3335,27 cm-1 (O-H), 2922,33 cm-1 (C-H) dan 1038 cm-1 (C-O) yang menunjukkan adanya ikatan glikosida dan ikatan C-O-C pada cincin selulosa. Karakteristik serapan CA ditandai dari adanya puncak khas karbonil (C=O) pada bilangan gelombang 1742,90 cm-1 dan gugus asetil (C-O) pada bilangan gelombang 1221,76 cm-1. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa fluks dengan penambahan CA menghasilkan fluks yang lebih besar dibandingkan tanpa penambahan CA.

 

Kata Kunci : membran, nata de coco, fluks, rejeksi

Full Text:

PDF PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.