PENGARUH WAKTU SONIKASI TERHADAP KARAKTERISTIK SELULOSA ASETAT HASIL SINTESIS DARI SABUT PINANG

Annisa Anugraini, Intan Syahbanu, Husna Amalya Melati

Abstract


Sabut pinang memiliki kandungan selulosa yang tinggi. Kandungan selulosa ini dapat dimanfaatkan untuk dijadikan selulosa asetat (SA). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh waktu sonikasi terhadap massa molekul rata-rata viskositas (Mv) dan karakteristik selulosa asetat berbahan dasar sabut pinang. Tahapan penelitian ini adalah delignifikasi dan ekstraksi selulosa, proses asetilasi, proses hidrolisis, penentuan kadar asetil dan derajat substitusi (DS), dan penentuan Mv. Sabut pinang didelignifikasi dan diekstraksi untuk menghilangkan lignin dan memperoleh selulosa murni. Tahap asetilasi dilakukan selama 3 jam dengan proses sonikasi selama (0, 15, 30, 60, 90, dan 120) menit. Hasil penelitian menunjukkan pengaruh waktu sonikasi terhadap massa molekul rata-rata (Mv) yaitu terjadinya penurunan Mv pada waktu sonikasi 120 menit. Spektrum FTIR SA hasil sintesis menunjukkan adanya puncak gugus karbonil (C=O) ulur pada bilangan gelombang 1737,85 cm-1 dan munculnya gugus ester dari gugus asetil pada bilangan gelombang 1224,59 cm-1 dan 1039,12 cm-1. Hal ini menunjukkan bahwa proses asetilasi pada selulosa dari sabut pinang menjadi selulosa asetat berhasil dilakukan. Hasil difraktogram XRD selulosa sabut pinang memiliki perbedaan dengan SA hasil sintesis. Selulosa sabut pinang muncul puncak tajam yang tinggi pada 23,2771o yang menunjukkan selulosa sabut pinang bersifat kristalin. SA hasil sintesis muncul puncak lebar yang menunjukkan SA bersifat amorf.

 

Kata Kunci : massa molekul rata-rata viskositas (Mv), metode sonikasi, selulosa asetat, selulosa sabut pinang


Full Text:

PDF PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.