SENYAWA FLAVONOID DARI FRAKSI ETIL ASETAT BATANG TANAMAN ANDONG (Cordyline fruticosa) DAN AKTIVITAS SITOTOKSIKNYA TERHADAP SEL HeLa

Iman Nur Satya Budi, Ari Widiyantoro, Nurlina

Abstract


Tanaman andong (Cordyline fruticosa) telah digunakan sebagai obat tradisional. Tanaman ini telah diketahui memiliki aktivitas antioksidan, antiinflamsi dan antifeedant. Penelitian ini akan difokuskan untuk menjelaskan struktur senyawa flavonoid yang terdapat pada fraksi etil asetat batang tanaman andong (Cordyline fruticosa) dan menjelaskan aktivitas sitotoksik senyawa flavonoid tersebut terhadap sel kanker HeLa. Ekstraksi dan fraksinasi dilakukan untuk memperoleh fraksi dari batang andong. Hasil uji fitokimia menunjukkan bahwa batang tanaman andong mengandung senyawa terpenoid, steroid, flavonoid, saponin, alkaloid dan tanin yang memiliki aktivitas sitotoksik terhadap sel kanker HeLa. Pemisahan fraksi etil asetat dilakukan dengan kromatografi kolom. Isolat dikarakterisasi dengan UV-Vis dan spektra IR untuk mendapatkan profil spektranya. Selanjutnya diuji aktivitas sitotoksiknya terhadap sel kanker HeLa yang dilakukan terhadap ekstrak kental metanol, fraksi maupun isolat dari fraksi etil asetat batang andong. Spektrum IR isolat FE1.1* menunjukkan serapan 3425,58 (OH), 2864,65-2924,09 (CH), 1730 (C=O), 1396,46-1499 (C=C), 1087 (C-O-C). Berdasarkan analisis spektroskopi, dapat disimpulkan bahwa senyawa pada isolat FE1.1* adalah senyawa flavonoid dengan prediksi struktur yaitu senyawa. Isolat FE1.1*memiliki aktivitas sitotoksik terhadap sel kanker HeLa sebesar 232,770 μg/mL pada konsentrasi 700 μg/mL.

 

Kata kunci : Cordyline fruticosa, inframerah, UV-Vis, Sel HeLa, flavonoid


Full Text:

PDF PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.