UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAN TOKSISITAS KULIT BIJI PINANG SIRIH (Areca catechu L.)

Revina Petrina, Andi Hairil Alimuddin, Harlia

Abstract


Tanaman pinang sirih (Areca catechu Linn) telah digunakan secara tradisional dalam bidang pengobatan. Oleh karena itu, pada penelitian ini dilakukan pengujian potensi antioksidan dan toksisitas dari ekstrak kulit biji pinang sirih (Areca catechu L.). Aktivitas antioksidan diuji dengan metode DPPH dengan reagen 1,1-difenil-2-pikrilhidrazil. Pengujian toksisitas dilakukan dengan metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT). Aktivitas antioksidan dinyatakan dengan nilai IC50. nilai IC50 ekstrak kental kulit biji pinang sirih sebesar 30,39 ppm, fraksi metanol  29,42 ppm, fraksi etil asetat 45,11 ppm, dan fraksi n-heksana 17,85 ppm. Hasil tersebut menunjukkan bahwa ekstrak dan semua fraksi mempunyai sifat antioksidan yang kuat. Aktivitas yang paling kuat ditunjukkan pada fraksi n-heksana. Efek toksistas dinyatakan dengan nilai LC50. Nilai LC50 ekstrak kental metanol kulit biji pinang sirih sebesar 7,695 ppm, fraksi metanol 5,481 ppm, fraksi etil asetat 6,323 ppm, dan fraksi n-heksana 5,727 ppm. Fraksi metanol menunjukkan tingkat toksisitas yang lebih tinggi dibandingkan ekstrak kental metanol, fraksi etil asetat dan fraksi n-heksana. Hasil pengujian ini menunjukkan bahwa ekstrak kulit biji pinang sirih (Areca catechu L.) mengandung senyawa yang memiliki potensi sebagai antioksidan dan sitotoksik.

Kata Kunci: antiokisdan, Areca catechu Linn, BSLT, DPPH, toksisitas


Full Text:

PDF PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.