AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAN ANTIBAKTERI EKSTRAK DAUN MENTAWA (Artocarpus anisophyllus)

Sri Mulyani, Puji Ardiningsih, Afghani Jayuska

Abstract


Mentawa merupakan tanaman Genus Artocarpus yang tumbuh di Kalimantan Barat dimana secara empiris daun tanaman ini telah digunakan sebagai obat bisul dan gatal-gatal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri, aktivitas antioksidan terhadap radikal bebas DPPH (2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl) dan kandungan senyawa metabolit sekunder pada ekstrak dan hasil fraksinasi daun mentawa. Uji aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi agar terhadap bakteri Gram positif (Staphylococcus aureus) dan Gram negatif (Escherichia coli). Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas antibakteri tertinggi adalah fraksi metanol dengan diameter zona hambat 11,398 mm terhadap bakteri S.aureus dan 8,480 mm terhadap bakteri E.coli pada konsentrasi 10% (b/v), sedangkan aktivitas antioksidan terbaik adalah ekstrak kasar metanol dengan IC50 66,243 ppm. Aktivitas antioksidan dan antibakteri berasal dari kandungan senyawa metabolit sekunder pada ekstrak metanol, fraksi metanol dan fraksi etil asetat yang positif mengandung alkaloid, flavonoid, polifenol dan terpenoid sedangkan fraksi n-heksan positif mengandung steroid. Aktivitas antibakteri tertinggi tidak memiliki korelasi dengan aktivitas antioksidan terbaik sehingga fraksi metanol berpotensi sebagai sumber alternatif antibakteri dan ekstrak metanol sebagai sumber alternatif antioksidan alami.

 

Kata kunci: mentawa, fitokimia, antioksidan, antibakteri

Full Text:

PDF PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.