AKTIVITAS ANTIMIKROBA EKSTRAK DAUN SOMA (Ploiarium alternifolium Melch) TERHADAP JAMUR Malassezia furfur dan BAKTERI Staphylococcus aureu

Silvia, Savante Arreneuz, Muhamad Agus Wibowo

Abstract


Soma (Ploiarium alternifolium Melch) merupakan tanaman yang secara empiris dimanfaatkan sebagai shampo. Penelitian ini bertujuan menentukan senyawa metabolit sekunder dan aktivitas antimikroba ekstrak serta fraksi daun soma terhadap Malassezia furfur dan Staphylococcus aureus. Serbuk daun soma diekstraksi dengan metode maserasi dan dilanjutkan dengan partisi, kemudian dilakukan skrining fitokimia serta uji aktivitas terhadap M. furfur dan S. aureus menggunakan metode difusi sumur. Hasil skrining fitokimia menunjukkan ekstrak metanol mengandung alkaloid, flavonoid, polifenol, saponin, steroid dan triterpenoid. Fraksi metanol mengandung alkaloid, flavonoid, polifenol, saponin dan triterpenoid. Fraksi etil asetat mengandung alkaloid, flavonoid, polifenol, saponin, dan steroid. Serta pada fraksi n-heksan mengandung polifenol, flavonoid, dan steroid. Hasil penelitian menunjukkan fraksi etil asetat memiliki aktivitas dalam menghambat M. furfur pada konsentrasi 1 g/mL sebesar 3,975 mm. Sedangkan pada S. aureus daun soma memiliki aktivitas penghambatan pada konsentrasi 0,1; 0,05; 0,025; 0,0125 g/mL berturut-turut yaitu ekstrak metanol sebesar 10,038; 7,063; 5,463 dan 2,738 mm. Fraksi metanol sebesar 11.288; 8,350; 5,388 dan 4,300 mm dan pada konsentrasi 0.1 dan 0,05 g/ml fraksi etil asetat sebesar 6,775 dan 4.263 mm. Serta fraksi n-heksan sebesar 5,550 dan 4,138 mm. Hal ini menunjukkan bahwa daun soma memiliki aktivitas yang lebih baik dalam menghambat S. aureus daripada M. furfur.

Kata kunci: Ploiarium alternifolium M., Malassezia furfur, Staphylococcus aureus, fitokimia, aktivitas antimikroba

Full Text:

PDF PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.