HUBUNGAN ANTARA PENINGKATAN INDEKS MASSA TUBUH DENGAN KEJADIAN NYERI PUNGGUNG BAWAH PADA PASIEN RAWAT JALAN DI POLIKLINIK SARAF RSUD DOKTER SOEDARSO PONTIANAK

Tuti Marinus Lailani .

Abstract


Latar Belakang : Nyeri Punggung Bawah (NPB) merupakan keluhan nyeriyang paling sering terjadi di dunia maupun Indonesia. Indeks MassaTubuh (IMT) merupakan salah satu faktor risiko untuk menderita NPB danbelum ada penelitian tentang hubungan antara peningkatan IMT dengankejadian NPB di RSUD dokter Soedarso Pontianak. Tujuan : Penelitian inidilakukan untuk mengkaji hubungan antara peningkatan IMT denganKejadian NPB pada Pasien Rawat Jalan di Poliklinik Saraf RSUD dr.Soedarso Pontianak. Metode : Penelitian ini merupakan studi analitikdengan pendekatan cross sectional. Cara pengambilan sampel adalahdengan teknik non-probability sampling (consecutive sampling) denganjumlah sampel sebanyak 100 subjek. Pengukuran yang dilakukan meliputipengukuran berat badan dan tinggi badan. Berdasarkan IMT, subjekdikelompokkan dalam 4 kategori, yakni underweight (IMT laki-laki <17,0kg/m2; perempuan < 18,0 kg/m2), normal (IMT laki-laki 17,0-23,0 kg/m;perempuan 18,0-25,0 kg/m2), overweight (IMT laki-laki 23,0-27,0 kg/m;perempuan 25,0-27,0 kg/m2) dan obesitas (IMT laki-laki dan perempuan>27,0 kg/m2). Diagnosis NPB ditentukan dari data rekam medik pasien.Hasil : Tidak terdapat hubungan yang bermakna antara peningkatan IMTdengan Kejadian NPB (p : 0,843). Kesimpulan : Tidak terdapat hubunganyang bermakna antara peningkatan IMT dengan kejadian NPB. IMT bukanmerupakan satu-satunya faktor utama terjadinya NPB, terdapat faktor lainyang mendukung terjadinya NPB.


Kata kunci : Indeks massa tubuh, Nyeri punggung bawah

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.