HUBUNGAN AKTIVITAS FISIK DAN TERJADINYA OSTEOPOROSIS PADA WANITA PASCAMENOPAUSE DI POLIKLINIK BEDAH TULANG RSUD DOKTER SOEDARSO PONTIANAK

Defitaria Permatasari .

Abstract


Latar Belakang: Osteoporosis berkaitan dengan nyeri, ketidakmampuan, dan peningkatan risiko mortalitas. Wanita pascamenopause, yangmengalami kehilangan kepadatan tulang secara pelan tapi secara terusmenerus terjadi, adalah salah satu kelompok dengan risiko tinggiosteoporosis. Aktivitas fisik sangat mempengaruhi pembentukan massatulang serta belum adanya penelitian mengenai hubungan aktivitas fisikdan osteoporosis pascamenopause di RSUD dr. Soedarso.

Tujuan:Mengetahui hubungan aktivitas fisik total yang dilakukan oleh wanitapascamenopause yang mengalami osteoporosis dan tidak mengalamiosteoporosis di RSUD dr. Soedarso Pontianak.

Metodologi: Penelitian inimerupakan penelitian analitik observasional dengan pendekatan casecontrol. Data diambil secara consecutive sampling untuk 27 subjek kasusdan kontrol. Subjek yang memenuhi kriteria diukur densitas tulangmenggunakan densitometri QUS dan menjawab pertanyaan padakuesioner aktivitas fisik GPAQ. Data dianalisis secara univariat danbivariat menggunakan SPSS 20. Hasil Terdapat perbedaan bermaknaantara aktivitas fisik total dan terjadinya osteoporosis pascamenopause(p<0,01). Kesimpulan: Adanya hubungan yang bermakna antara aktivitasfisik total dan terjadinya osteoporosis pascamenopause

Kata kunci: osteoporosis, aktivitas fisik, wanita pascamenopause, bedah

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.