HUBUNGAN FASILITAS MENCUCI TANGAN TERHADAPANGKA KOLONI KUMAN PADA PENJAMAH MAKANANDI KANTIN UNIVERSITAS TANJUNGPURA PONTIANAK TAHUN 2014

Jenny Ismyati .

Abstract


Latar Belakang: Penyakit bawaan makanan merupakan masalah kesehatan yang besar di berbagai negara maju dan negara berkembang. Penjamah makanan mempunyai peran terhadap kemungkinan terjadinya kontaminasi pada makanan yang disajikan. Mencuci tangan adalah praktek yang diterima secara universal untuk mengurangi transmisi mikroorganisme patogen namun terdapat beberapa penghalang yang dapat memberikan dampak negatif pada aktivitas mencuci tangan salah satunya adalah fasilitas mencuci tangan yang tidak memadai. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara fasilitas mencuci tangan terhadap angka koloni kuman pada penjamah makanan. Metodologi: Penelilitian ini merupakan penelitian bersifat analitik dengan pendekatan cross sectional.  Sampel dalam penelitian ini adalah 51 orang penjamah makanan. Fasilitas cuci tangan dinilai menggunakan lembar observasi sanitasi dari Dinas Kesehatan Kota Pontianak. Usap tangan dilakukan untuk menilai angka koloni kuman. Hasil: Dua puluh empat orang (47,1%) penjamah makanan memiliki fasilitas mencuci tangan yang baik dan 27 (52,9%) orang penjamah makanan memiliki fasilitas mencuci tangan yang buruk. Sampel usap tangan 17 orang (33,3%) penjamah makanan dengan kategori bersih dan 34 orang (66,7%) dengan kategori kontaminasi. Kesimpulan: Terdapat hubungan fasilitas mencuci tangan terhadap angka koloni kuman pada penjamah makanan.


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.