HUBUNGAN FREKUENSI DAN INTENSITAS SENAM AEROBIK DENGAN DERAJAT DISMENORE PADA PESERTA SENAM AEROBIK DI KOTA PONTIANAK

Ika Krastanaya .

Abstract


Latar Belakang: Dismenore merupakan gangguan ginekologis yang
umum dan dapat mempengaruhi kualitas hidup wanita.Berbagai terapi
telah digunakan untuk mengurangi dismenore, salah satunya olahraga.
Senam aerobik merupakan jenis olahraga yang diminati oleh wanita saat
ini. Terdapat empat faktor latihan dalam senam aerobik yaitu: durasi,
frekuensi, intensitas, dan tipe. Tujuan: Mengetahui hubungan antara
frekuensi dan intensitas senam aerobik terhadap derajat dismenore pada
peserta senam aerobik di Kota Pontianak. Metode: Penelitian ini
merupakan studi analitik dengan pendekatan cross sectional yang
dilakukan terhadap 55 peserta senam aerobik di Sanggar Senam Yanti.
Hasil: Prevalensi dismenore di Sanggar Senam Yanti sebanyak 36,37%.
Pada frekuensi senam aerobik 1-2 kali per minggu didapatkan 12 orang
mengalami dismenore, frekuensi 3-5 kali perminggu sebanyak 3 orang,
dan frekuensi lebih dari 5 kali perminggu sebanyak 1 orang mengalami
dismenore. Pada intensitas senam aerobik rendah sebanyak 8 orang
mengalami dismenore, intensitas sedang sebanyak 11 orang mengalami
dismenore dan intensitas tinggi sebanyak 1 orang mengalami dismenore.
Dari hasil analisis menggunakan uji Chi Square ditemukan bahwa terdapat
hubungan yang bermakna antara frekuensi senam aerobik dengan derajat
dismenore (p=0,003) dan tidak terdapat hubungan yang bermakna antara
intensitas senam aerobik dengan derajat dismenore (p=0,957)
Kesimpulan: Terdapat hubungan yang bermakna antara frekuensi senam
aerobik dan derajat dismenore di Kota Pontianak. Tidak terdapat
hubungan yang bermakna antara intensitas senam aerobik dan derajat
dismenore pada peserta senam aerobik di Kota Pontianak.  
Kata kunci : Dismenore, Frekuensi Senam, Intensitas Senam, Senam
Aerobik

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.